Surabaya (beritajatim.com)- Debat publik perdana pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 yang akan digelar pada Jumat besok menjadi momen krusial bagi para calon untuk memaparkan visi dan gagasan dalam mengelola provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia.
Ajang ini menjadi platform penting bagi masyarakat Jawa Timur untuk menilai kompetensi dan kepemimpinan para calon gubernur.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menegaskan bahwa pasangan calon nomor urut 3, Risma dan Gus Hans, tidak hanya memandang debat ini sebagai ajang adu argumen, tetapi lebih sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan solutif.
Menurut Untari, pengalaman panjang kedua calon di pemerintahan menjadi modal kuat untuk tampil meyakinkan di hadapan publik.
“Dengan latar belakang pengalaman yang kaya, terutama Bu Risma, kami yakin mereka siap memukau publik Jawa Timur dalam debat ini,” ujar Untari.
Untari, yang juga anggota legislatif asal Malang Raya, menyoroti jejak digital Risma dalam berbagai debat sebelumnya. Pengalaman Risma dalam debat politik selama menjabat Wakil Wali Kota hingga Wali Kota Surabaya memberikan gambaran jelas tentang kemampuannya dalam menyampaikan gagasan dengan baik.
“Bu Risma telah mengikuti debat publik tiga kali saat menjadi Wakil Wali Kota dan dua kali ketika menjadi Wali Kota. Rekam jejak digitalnya menunjukkan kualitas dalam berargumen, sehingga persiapannya untuk debat kali ini lebih matang,” kata Sri Untari di Surabaya, Kamis (17/10/2024).
Selain itu, Untari menjelaskan bahwa pengalaman Risma tidak hanya terbatas pada pemerintahan lokal. Setelah sukses memimpin Surabaya dengan berbagai prestasi, Risma dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk mengemban tugas sebagai Menteri Sosial.
Pengalaman nasional ini semakin memperkuat kapasitas Risma sebagai pemimpin yang siap membawa Jawa Timur ke arah yang lebih baik.
Jabatan sebagai Menteri Sosial memberikan Risma pandangan yang lebih luas mengenai berbagai isu sosial di tingkat nasional, termasuk kemiskinan, ketimpangan ekonomi, serta berbagai permasalahan sosial lainnya yang juga relevan di Jawa Timur.
“Hal ini tentu menjadi keunggulan tersendiri dalam menghadapi debat, karena beliau sudah terbiasa menghadapi isu-isu kompleks,” lanjutnya.
“Saya percaya Bu Risma akan tampil prima karena pengalamannya sebagai Wali Kota dan Menteri Sosial telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam memahami persoalan yang ada di masyarakat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Untari menjelaskan Cawagub Gus Hans yang merupakan pasangan Risma dalam Pilgub Jawa Timur 2024 juga memiliki kesiapan yang matang. Sebagai seorang ulama muda, Gus Hans tidak hanya dikenal sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai politisi yang memiliki visi modern.
“Sebagai politisi dan ulama muda, Gus Hans memiliki pengalaman dalam menghadapi debat publik. Beliau dulu pernah terlibat dalam persiapan tim paslon lain pada pilkada sebelumnya,” jelas Untari.
Selain itu, Untari menuturkan bahwa Gus Hans dikenal sebagai tokoh yang mampu menjembatani antara nilai-nilai keagamaan dan modernitas. Ini menjadi salah satu kekuatan pasangan nomor urut 3, di mana kombinasi Risma yang berpengalaman di pemerintahan dan Gus Hans sebagai ulama muda yang visioner diharapkan dapat membawa Jawa Timur ke arah yang lebih baik.
“Gus Hans memiliki pandangan yang luas, tidak hanya tentang agama, tetapi juga tentang bagaimana membangun Jawa Timur yang lebih maju dan berkeadilan,” ungkapnya. (ted)






