Blitar (beritajatim.com) – Pembangunan jalan tol Tulungagung-Kepanjen (Agungblijen) yang melewati wilayah Kabupaten Blitar belum jelas. Pemerintah pusat belum bisa memberikan konsep yang pasti mengenai pembangunan tol Agungblijen.
Menurut Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Dicky Cobandono hingga kini belum ada pembicaraan yang pasti mengenai pembangunan jalan tol Agungblijen dengan pemerintah pusat. Sejauh ini, dari dua sosialisasi pembangunan jalan tol yang diberikan oleh pemerintah pusat masih berubah-ubah.
Sehingga belum ada kejelasan mengenai perkembangan pembangunan jalan tol yang melewati 3 kabupaten di Jawa Timur tersebut.
” Sejauh ini masih belum ada kejelasan dari pusat dari dua sosialisasi yang dilakukan pemerintah pusat sehingga belum ada kepastian,” kata Dicky Cobandono, PLT Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Jumat (12/05/23).
Pemkab Blitar sendiri berharap ada kejelasan sekaligus progres dari pembangunan jalan tol Kepanjen-Tulungagung. Jalan tol Kepanjen-Tulungagung yang melewati Kabupaten Blitar ini dianggap penting dalam proses pembangunan perekonomian masyarakat.
Pasalnya dengan adanya jalan tol tersebut dapat memangkas jarak tempuh warga dari Tulungagung maupun Blitar yang hendak ke Malang. Dengan begitu maka ongkos biaya yang dikeluarkan warga dalam mengembangkan usaha.
“Kami berharap ini segera ada progres, karena kan bisa memangkas biaya dan waktu tempuh dari Tulungagung ke Malang misalnya,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sedang berupaya untuk merealisasikan proyek Jalan Tol Kepanjen-Tulungagung (Agungblijen). Jalan Tol tersebut dibangun untuk mempercepat pembangunan di sisi selatan Jawa Timur, khususnya di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Malang, Blitar, dan Tulungagung.
Baca Juga: Daftar 41 Desa Dilalui Jalan Tol Ngawi-Tuban dan Demak-Tuban
Sebanyak 24 Desa di Kabupaten Blitar akan dilalui oleh jalan tol ini. 24 desa tersebut terletak di lima kecamatan yang terdampak oleh proyek ini, yaitu Kesamben, Kanigoro, Kademangan, Talun, dan Selopuro. Lahan seluas 269,3 hektar di Kabupaten Blitar pun akan terpakai untuk proyek Jalan Tol Kepanjen-Tulungagung (Agungblijen).
Dengan hadirnya jalan tol Kepanjen-Tulungagung (Agungblijen), diharapkan dapat memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat dan pengusaha yang ingin berkunjung atau berinvestasi di wilayah selatan Jawa Timur
Berikut rincian 24 desa di 5 Kecamatan yang terdampak proyek jalan tol Kepanjen-Tulungagung di Blitar.
1. Kecamatan Kesamben
Desa Sukoanyar
Desa Jugo
Desa Siraman
2. Kecamatan Kanigoro
Desa Gaprang
Desa Gogodeso
Desa Rejowinangun
Desa Satreyan
Desa Kanigoro
Desa Tlogo
3. Kecamatan Kademangan
Desa Karangsono
Desa Jimbe
Desa Plosorejo
Desa Sumberjati
Desa Kademangan
Desa Plumpungrejo
Desa Tumpang
5. Kecamatan Selopuro
Desa Ploso
Desa Selopuro
Desa Jatitengah
Desa Mandesan
Desa Mronjo.
Kini masyarakat Kabupaten Blitar tengah menunggu realisasi pembangunan jalan tol Kepanjen-Tulungagung yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat. (owi/ted)






