Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mendirikan toko swalayan ITS Mart. Toko ini dibangun sebagai bentuk kontribusi memajukan perekonomian sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
ITS Mart adalah sebuah wadah kegiatan ekonomi yang bergerak di sektor ritel. Seperti dengan yang lainnya, ITS Mart menyediakan berbagai produk kebutuhan seperti food and beverage, alat tulis kantor (ATK), dan perlengkapan rumah.
Nantinya juga akan dipasarkan berbagai produk yang diproduksi oleh ITS sendiri seperti merchandise ITS yang kini hanya dijual di gerai ITS Merchandise. Selain itu, mahasiswa ITS juga dapat memasarkan produknya di ITS Mart ini.
“Contoh produk yang telah dipasarkan di ITS Mart adalah produk inovasi jamu buatan mahasiswa dari Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS,” ujar Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS Tri Joko Wahyu Adi, Jumat (14/7/2023).
Kata dia, ITS Mart juga telah menerapkan aspek teknologi dalam pembayarannya. Konsumen dapat membayar baik menggunakan cash ataupun cashless. Untuk sistem ritelnya sendiri, ITS berkolaborasi dengan Indogrosir dalam mewujudkan ITS Mart.
“Untuk waktu kerjanya sendiri, ITS Mart akan buka setiap hari dari pukul 07.00 pagi sampai dengan 22.00 malam,” tambah dosen Manajemen Konstruksi ITS tersebut.
Sementara Rektor ITS Prof Mochamad Ashari mengucapkan terima kasihnya kepada pihak yang terlibat dalam berdirinya ITS Mart di area ekonomi Kawasan Keputih, Surabaya ini. Ia optimis ITS Mart dapat dikembangkan lebih baik lagi.
Ashari mengatakan, berdirinya ITS Mart meninjau adanya tiga dimensi penting yang harus diwadahi. Tiga dimensi itu meliputi pembelajaran, sosial, dan kebermanfaatan. Dimensi pembelajaran yang dimaksud adalah ITS Mart sebagai laboratorium kewirausahaan nyata bagi mahasiswa ITS.
“Melihat ITS yang memiliki prodi Manajemen Bisnis, Teknologi Informasi, dan bahkan sekolah interdisiplin, maka ITS Mart dapat menjadi wadah pembelajaran nyata untuk prodi terkait,” tuturnya.
Sedangkan dimensi sosial, yakni ingin lebih memperluas layanan kepada mahasiswa dan masyarakat sekitar. Ini meninjau dari jumlah mahasiswa dan masyarakat yang tinggal di sekitar ITS. “Di masa yang akan datang, jumlah ini akan menjadi masalah jika tidak diimbangi dengan wadah yang cukup,” tegasnya.
BACA JUGA:
ITS Surabaya Kembangkan Aplikasi Belajar Huruf Hijaiyah Pakai AI
Ia menambahkan, ITS juga akan membantu UMKM dengan menyediakan tempat berjualan di area parkirannya. Ditambah lagi dengan akan dibukanya Creative and Co-Working Space (CCWS) di lantai dua gedung ini.
Dimensi terakhir yang menjadi dasar berdirinya ITS Mart adalah dimensi kebermanfaatan. Ashari percaya ITS Mart dapat membantu perekonomian dan keberlanjutan ITS ke depannya. Menurutnya, meninjau rencana keberlanjutan ITS yang masif, ITS Mart dapat menjadi salah satu revenue stream yang menopang keberlanjutan tersebut. [ipl/but]






