Surabaya (beritajatim.com) – ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk mendukung keamanan data. Ini penting, menyusul makin masifnya perkembangan teknologi.
Rizky Januar Akbar, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) menjelaskan bahwa CSIRT yang dibentuk ITS terdiri dari 10 kampus di Surabaya. Ini dibentuk agar bisa saling membantu terkait keamanan siber.
“Dengan menerapkan mekanisme berkontak, perguruan tinggi bisa saling melaporkan insiden keamanan dan dihubungkan dengan tim tanggap lebih lanjut,” jelas Rizky ditulis Selasa (18/7/2023).
Baca Juga: ITS Mart Bakal Pasarkan Produk Ciptaan Mahasiswa
CSIRT sendiri hadir secara serentak se-Indonesia, salah satunya di ITS Surabaya lewat sosialisasi pembentukan tim CSIRT di Rektorat ITS. Sosialisasi pembentukan CSIRT ini memaparkan proses pembentukkan tim tanggap.
“Adanya tim CSIRT di setiap kampus bisa menangani cepat tanggap untuk berkoordinasi dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dalam menyelesaikan insiden tersebut,” jelas dosen Departemen Teknik Informatika ITS tersebut.
Rizky menekankan bahwa perlu dipastikan juga ketersediaan teknologi. ITS sendiri berupaya memasang perangkat firewall dan menerapkan Single Sign On (SSO). Dan bakal menerapkan multifactor sistem untuk peningkatan keamanan data.
“Jika semua telah terbentuk, maka sosialisasi terkait pentingnya keamanan teknologi untuk berbagai stakeholder di ITS bisa dilakukan,” jelas Rizky.
Maraknya insiden siber mendorong pembentukkan CSIRT ini agar bisa mencegah dan meminimalisir dampaknya. Apalagi, saat ini seluruh institusi sudah melibatkan digitalisasi untuk berbagai proses perekaman dan penyimpanan data. Sehingga, ketika terdapat insiden peretasan, kerusakan sistem, kebocoran data, dan software bajakan dapat langsung ditangani oleh tim. [ipl/ted]






