Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang sepatu modular bernama Authea.
Alas kaki inovatif ini membantu penyandang Upper Limb Deficiency (ULD) atau keterbatasan anggota gerak atas memakai sepatu dengan mandiri tanpa bantuan tangan.
Kreator Authea, Abigail Kafrell Wijaya, mengembangkan desain lepas-pasang berbasis perekat velcro. Penggunaannya cukup mudah, hanya perlu menginjak bagian belakang sepatu untuk mengunci posisi kaki tanpa harus mengikat tali.
“Produk-produk inovatif seharusnya tidak hanya baru, tetapi menjawab kebutuhan nyata masyarakat berbagai latar belakang kemampuan,” ujar mahasiswi Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS tersebut, dikutip Kamis (9/7/2026).
Sepatu ini memiliki dua lapisan penunjang. Bagian luar berperan sebagai pelindung keras, sedangkan bagian dalam berupa kaus kaki model tabi yang fleksibel. Lapisan dalam ini bisa dilepas dengan mudah untuk dicuci.
Dalam proses pembuatannya, Abigail menghadapi tantangan saat mengolah material rajut elastis. Karakteristik bahan tersebut memerlukan penyesuaian khusus agar bisa dibentuk tegak seperti bahan sepatu konvensional pada umumnya.
“Saya menilai Authea memiliki ruang untuk disempurnakan supaya proses produksinya lebih efisien,” tambah Abigail.
Karya ini diharapkan memicu mahasiswa lain melahirkan inovasi inklusif. Langkah nyata ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam memangkas kesenjangan sosial di masyarakat. [ipl/kun]






