Blitar (beritajatim.com) – Di Kabupaten Blitar saat ini berkembang isu kurang sedap seputar DPRD dengan Bupati. Isu itu menyebutkan hubungan DPRD dengan Bupati Rijanto tengah renggang dan tidak harmonis.
Namun, isu tersebut langsung ditepis Bupati Blitar, Rijanto. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut dengan tegas menyatakan hubungan eksekutif dan legislatif di Bumi Penataran baik-baik saja dan harmonis.
“Menyatu semua, tidak ada masalah. Siapa yang bilang kurang harmonis? Kan malah saya ajak main ketoprakan itu juga kok,” jawab Rijanto menanggapi isu tersebut pada Selasa (12/8/2025).
Rijanto menegaskan bahwa komunikasi antara eksekutif dan legislatif terus berjalan lancar. Ia menyebut, setiap kebijakan dan program yang dijalankan oleh Pemkab Blitar selalu didiskusikan dan disinergikan dengan DPRD.
“Pembahasan program-program APBD lancar sesuai aturan aturan yang ada,” tegasnya.
Bupati Blitar itu pun mempertanyakan siapa yang menghebuskan isu soal kerenggangan hubungan antara eksekutif dan legislatif tersebut. Pasalnya selama ini, Rijanto dan wakilnya Beky Herdihansah tetap menjalin komunikasi yang baik dengan DPRD Kabupaten Blitar.
“Tidak ada masalah selama ini kita di kabupaten Blitar hubungan dengan legislatif nyaman tidak ada masalah,” imbuhnya.
Isu kerenggangan hubungan ini muncul di tengah gagal digelarnya Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Bupati Blitar mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2026 beberapa waktu lalu.
Rapat krusial itu batal digelar karena tiga fraksi besar, yakni PKB, Gerindra, dan Golkar, kompak tidak hadir dalam paripurna yang digelar pada Jumat (8/8/2025) lalu. Peristiwa ini langsung memicu spekulasi publik, apakah ini bukti pecah kongsi antara fraksi-fraksi tersebut dengan Bupati Blitar.
Namun hal itu langsung dibantah oleh Rijanto. “Tidak ada masalah, nggih,” pungkasnya. [owi/beq]






