Surabaya (beritajatim.com) – Virus Covid 19 masih menjadi penyakit yang viral hingga saat ini. Bahkan mempengaruhi berbagai bidang dari pendidikan, budaya hingga ekonomi. Perkembangan dari virus meningkat dengan adanya varian baru dan istilah tentang badai sitokin.
Salah satu artis yang terpapar dengan masalah ini adalah Deddy Corbuzier. Awalnya dia tidak menyangka terkena badai sitokin ketika mengalami positif covid 19. Seperti yang kita ketahui jika Deddy adalah orang yang menjalani pola hidup sehat, namun tetap bisa terinfeksi virus corona bahkan mengalami badai sitokin.
Deddy mengatakan bahwa dia rutin berolahraga setiap hari, mengkonsumsi vitamin D dan zinc namun tetap bisa terkena positif covid 19 yang membuatnya kebingungan. Ketika melakukan konsultasi dengan dokter Gunawan, dia bilang kondisi Deddy memburuk, saat cek CT toraks sudah 60 bahkan sempat mengalami badai sitokin.
Penjelasan mengenai badai sitokin adalah suatu reaksi berlebih yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Proses terjadinya badai sitokin adalah SARS-CoV-2 memasuki tubuh, kemudian sel-sel darah putih merespons dengan memproduksi sitokin. Sitokin adalah protein yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai penanda sinyal sel.
Setelah itu Sitokin bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel yang memicu reaksi peradangan. Normalnya, Sitokin berfungsi sebentar dan akan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi. Beda halnya dengan kasus Covid-19, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2. Bahayanya,. Paru-paru mengalami peradangan parah karena sistem kekebalan tubuh berusaha keras membunuh virus.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Dampak bahaya lainnya adalah peradangan pada paru-paru terus terjadi meski infeksi sudah selesai. Selama peradangan, sistem imun melepas molekul beracun bagi virus dan jaringan paru-paru. Ketika penanganannya kurang tepat, maka fungsi paru-paru pasien dapat menurun hingga sulit bernapas. Kondisi inilah yang membuat pasien Covid-19 meninggal dunia. Itulah alasan pasien Covid-19 membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasan..
Badai Sitokin disebabkan oleh beberapa hal seperti gangguan pernapasan akut (ARDS), koagulasi, dan disfungsi multiorgan. Tidak sedikit kematian atau parahnya suatu penyakit disebabkan oleh badai sitokin, seperti ARDS yang dipicu oleh infeksi virus di paru-paru sehingga menyebabkan kegagalan multi organ dan yang lebih parah adalah kematian pada pasien. [prd/bjo]






