Ringkasan Berita:
- Gubernur Khofifah pastikan SPMB SMA/SMK Jatim 2026/2027 berjalan tertib, nyaman, dan terjadwal untuk setiap calon siswa.
- Pendaftaran daring dilengkapi jadwal verifikasi dokumen guna mencegah penumpukan peserta di sekolah.
- Pemprov Jatim menyiapkan operator khusus dan fasilitas pendukung untuk mempercepat verifikasi dan menjaga akuntabilitas data.
Madiun (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2026/2027 berjalan lebih tertib dan nyaman.
Salah satu langkah yang diterapkan adalah pemberian jadwal verifikasi dokumen secara terukur kepada setiap calon peserta didik yang telah mendaftar secara daring.
Kepastian tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun, Jumat (5/6/2026). Dalam kunjungannya, ia memantau langsung proses layanan verifikasi yang dilakukan sekolah kepada para pendaftar.
Menurut Khofifah, sistem yang diterapkan tahun ini dirancang untuk menghindari penumpukan peserta di sekolah. Setelah menyelesaikan proses pendaftaran online, calon siswa langsung memperoleh informasi terkait jadwal verifikasi, termasuk tanggal dan jam pelayanan yang harus diikuti.
“Semua proses sudah diatur dan terjadwal. Jadi peserta tidak perlu datang lebih awal atau menunggu berjam-jam di sekolah. Mereka sudah mengetahui kapan harus hadir untuk verifikasi dokumen,” ujar Khofifah.
Ia menilai pola tersebut mampu menciptakan pelayanan yang lebih efektif sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat selama tahapan penerimaan siswa baru berlangsung. Dari hasil pemantauan di lapangan, mantan Menteri Sosial itu melihat proses pelayanan berjalan lancar tanpa antrean yang berarti. Sejumlah sekolah juga telah menyiapkan ruang layanan yang memadai guna mendukung kenyamanan peserta maupun orang tua.
“Suasana layanan yang kami lihat cukup kondusif. Fasilitas yang disiapkan sekolah juga mendukung sehingga masyarakat dapat mengikuti proses ini dengan lebih nyaman,” katanya.
Untuk mempercepat proses verifikasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menugaskan masing-masing sekolah negeri menyiapkan operator khusus yang bertugas melayani pendaftar selama tahapan verifikasi berlangsung.
Meski demikian, Khofifah mengakui masih ditemukan sejumlah kasus ketidaksesuaian data antara nilai yang diunggah melalui sistem dengan dokumen rapor yang dibawa peserta. Karena itu, proses verifikasi tetap menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh data yang digunakan dalam seleksi benar dan valid.
“Verifikasi dilakukan untuk memastikan data nilai yang masuk ke sistem sesuai dengan dokumen asli yang dimiliki peserta. Ini penting agar proses seleksi berjalan objektif dan akuntabel,” jelasnya.
Pemprov Jatim berharap mekanisme yang diterapkan pada SPMB tahun ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjamin proses penerimaan siswa baru berlangsung transparan, tertib, dan dapat diakses secara adil oleh seluruh calon peserta didik. [rbr/suf]






