Banyuwangi (beritajatim.com) – Hasil hitung cepat versi lembaga survei ataupun relawan dan tim pendukung Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Banyuwangi nomor urut 02 memastikan kemenangannya.
Itu berarti bupati petahana atas nama Ipuk Fiestiandani dan Mujiono kemungkinan dapat dipastikan bakal melenggang menjadi pemimpin Banyuwangi.
Hasil itu menjadi ukiran sejarah baru di tampuk kepemimpinan Kabupaten Banyuwangi. Ya, Ipuk Fiestiandani menggoreskan tinta sejarah menjadi bupati perempuan pertama yang dapat melanjutkan kepemimpinannya usai periode pertamanya habis.
Atau, dalam artian menjadi bupati yang mampu melanjutkan masa jabatannya untuk periode kedua. Ini juga menyamai masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas yang genap dua periode saat menjabat Bupati Banyuwangi.
Terhitung, sejak era Ir. Bupati Samsul Hadi, Banyuwangi hanya mampu bertahan satu periode kepemimpinan yakni 5 tahun. Berlanjut digantikan dengan masa Bupati Ratna Ani Lestari yang juga hanya berhenti di kepemimpinannya yang pertama.
Dua nama di atas, baik Bupati Samsul Hadi dan Ratna Ani Lestari bahkan harus melanjutkan hari-harinya di tahanan. Karena sejumlah kasus yang membelitnya.
Usai Ratna Ani Lestari, ada Abdullah Azwar Anas yang tidak lain suami Ipuk Fiestiandani. Dia menang pemilu pada 2010 dan menjadi Bupati Banyuwangi hingga 2015, kemudian terpilih kembali dan melanjutkan kepemimpinannya hingga 17 Februari 2021.
Setelah itu, Pilkada pun kembali digelar untuk mencari pemimpin baru untuk Banyuwangi. Ada dua calon saat itu yang ikut dalam kontestasi di pemilihan umum ini.
Pertama Ipuk Fiestiandani – Sugirah dan lawannya Yusuf Widyatmoko – Riza Azizy. Namun, takdir baik merujuk ke Ipuk Fiestiandani yang kemudian menjadi Bupati Banyuwangi hingga saat ini.
Meski periodenya belum habis yang hanya 3,5 tahun, kini Ipuk Fiestiandani harus turut dalam kontestasi politik keduanya. Pada momen ini, pasangan Ipuk berganti ke mantan Sekda Banyuwangi, Mujiono.
Lawannya, pasangan Ali Makki Zaini yang tidak lain adalah Ketua PCNU Banyuwangi masa khidmat 2018 – 2023 dan wakilnya Ali Ruchi seorang birokrat Pemkab Banyuwangi.
Momen 27 November 2024 menjadi langkah bersejarah bagi pasangan calon yang bertarung. Mereka bak seorang gladiator yang bertarung tapi penentu pemenangnya adalah masyarakat.
Mereka bertarung juga tak harus saling menyentuh apalagi dengan kekerasan. Adu program, gagasan, inovasi, visi-misi menjadi andalan kekuatan keduanya untuk memenangkan hati masyarakat.
Ipuk – Mujiono mengusung tagline lanjutkan dan tuntaskan. Di mana tagline itu merupakan upaya keduanya untuk berniat melanjutkan yang baik, dan menuntaskan yang belum tuntas.
Sedangkan, pasangan Ali Makki Zaini dan Ali Ruchi yang belakangan dikenal pasangan Ali-Ali lebih membawa misi perubahan. Visi-misi dan programnya mengarah lebih kontradiktif dengan pasangan lawan.
Tapi, hasil akhir ditentukan suara terbanyak untuk memimpin Banyuwangi. Dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi, seperti yang diinformasikan di atas pemenang sementara adalah Ipuk Fiestiandani dan Mujiono.
Mereka mengungguli perolehan suara di hampir seluruh kecamatan, khususnya di wilayah selatan. Pundi-pundi suara paling telak bagi pasangan ini berada di Kecamatan Tegalsari dan Gambiran.
Daerah, lain seperti Kecamatan Pesanggaran, Siliragung, Glenmore, Kalibaru, Sempu, Cluring, Rogojampi, Banyuwangi, Glagah dan Kalipuro mereka juga unggul. Sehingga berdasarkan hasil hitung cepat, dapat dipastikan perolehan suara keduanya tidak terkejar.
Hitung cepat versi LSI Deny JA misalnya menempatkan Ipuk – Muji dengan perolehan suara 52,4 persen suara, sementara Ali Makki dan Ali Ruchi 47,6 persen suara. Hasil itu, selisihnya 4,8 persen, dengan margin error 1 persen.
Hasil perolehan sementara versi hitung cepat itu juga tak jauh dari perolehan suara yang dikumpulkan oleh para saksi, dan tim pendukung Ipuk – Muji di lapangan. Sehingga, kemungkinan besar pasangan bupati petahana ini dipastikan menang di Pilkada Banyuwangi 2024. (rin/ted)






