Sumenep (beritajatim.com) – Institut Pertanian Bogor (IPB) University bersama Pokmaswas ‘Reng Paseser’ Sumenep melakukan uji coba metode baru penanaman mangrove. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program ‘Dosen Pulang Kampung 2024 IPB University’.
Program ini terdiri dari kegiatan peluncuran teh mangrove, menilai kesukaan rasa, warna dari teh mangrove, penanaman mangrove dengan metode baru, dan melatih monitoring mangrove yang sudah ditanam.
Kegiatan yang diketuai oleh DR Fery Kurniawan, dosen di Departemen Manajemen Sumberdaya Peraiaran dan peneliti senior di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB University ini dilaksanakan di Pantai Kundang Wetan, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.
“Metode baru ini kami sebut ‘SiTampan’ atau sistem tanam pancang berumpun. Metode ini merupakan penggabungan dari metode tanam mangrove pancang dan metode rumpun,” kata DR Fery Kurniawan, Kamis (08/08/2024).
Metode ‘SiTampan’ ini lahir dari diskusi dan kolaborasi dari IPB University dan Pokmaswas Reng Paseser. Metode ini dikembangkan karena melihat kondisi wilayah penanaman mangrove yang memiliki gelombang datang dan balik yang kuat.
“Kondisi itu akibat adanya tangkis laut dan unsur hara yang sedikit karena substrat didominasi oleh patahan karang berlumpur,” terangnya.
Menurut Fery, metode ini masih dalam tahap uji coba. Harapannya dengan ‘SiTampan’ ini dapat memperangkap sedimen atau pasir dan nutrien lebih banyak dibandingkan metode yang lainnya.
“Metode ‘SiTampan’ ini nantinya dapat dijadikan sebagai alat penghalang ombak (APO) alami, karena sistem tanamnya yang bergerombol dan rapat sehingga memiliki kekuatan untuk menahan gelombang dan arus pantai,” ungkapnya.
Ia berharap agar ‘SiTampan’ dapat berhasil diaplikasikan pada pantai-pantai dengan kondisi yang ekstrem. “Dengan metode ini, dharapkan banyak sedimen yang terperangkap sehingga unsur hara untuk nutrisi mangrove lebih banyak. Apabila nutrisi banyak, maka akan mempercepat pertumbuhan bibit mangrove,” tuturnya.
Sementara Sekretaris Pokmaswas Reng Paseser, Fadel Abu Aufa mengatakan, SiTampan merupakan metode kelima yang diujicobakan untuk penanaman mangrove.
“Kalau saya melihat kondisi mangrove dari metode-metode sebelumnya, dengan sistem bergerombol yang diterapkan oleh SiTampan ini, mangrove akan lebih mudah hidup dibandingkan dengan metode konvensional yang tanamnya satu-satu,” ujarnya.
Penanaman mangrove ini juga dihadiri Kepala Desa Tanjung, Guru SDN 1 Tanjung, tokoh masyarakat, serta warga sekitar pesisir. Mereka terlihat sangat antusias saat melakukan penanaman menggunakan SiTampan karena ini juga pengalaman pertama.
Apalagi di sekitar area penanaman banyak bambu sisa dari rakit rumput laut yang juga menjadi penyebab rusaknya mangrove selain sampah. “Masyarakat berharap siTampan menjadi alat perangkap dan penahan gelombang,” tukas Fadel.
Kegiatan penanaman 560 bibit Rhizopora stylosa dilakukan sore hari. Penanaman ini melibatkan seluruh anggota Pokmaswas dan para masyarakat yang sukarela membantu dan belajar bersama metode baru penanaman mangrove. (tem/but)






