Gresik (beritajatim.com)- Untuk kesekian kalinya ular berbisa memasuki rumah warga. Hal ini dialami oleh Taufik warga Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Gresik. Ular kobra dengan panjang 1 meter mengintai di dapur miliknya yang bersembunyi di dekat gas elpiji ukuran 3 kilogram.
Keberadaan ular kobra tersebut langsung dilaporkan oleh Taufik ke petugas Damkarla Gresik sebelum membahayakan dirinya bersama keluarganya.
“Sewaktu di dapur saya dikagetkan ada kepala ular kobra yang sedang bersembunyi. Beruntung segera diketahui, bila tidak bisa menyerang,” ujarnya, Minggu (29/12/2024).
Mengetahui ada ular kobra di dapur, dengan cepat Taufik melaporkan kejadian ini ke petugas Damkarla Gresik, meminta tolong mengevakuasi adanya ular berbisa ini.
“Daripada membahayakan keluarga kami. Saya menelpon petugas Damkarla Gresik,” urainya.
Usai menerima laporan ada ular kobra membahayakan warga. Petugas Damkarla Gresik bergegas menuju ke lokasi. Setelah tiba, ada 7 personel yang dikerahkan dengan menggunakan alat kelengkapan diri (APD) plus membawa penjapit ular.
Setelah melakukan set up lapangan di area dapur. Dalam hitungan detik, ular kobra yang bersembunyi tersebut berhasil dievakuasi kemudian dimasukkan ke dalam karung.
“Untungnya ular kobra ini sudah diketahui oleh pemilik rumah terlebih dulu. Bisa dibayangkan tiba-tiba menyerang mengingat bisanya sangat berbahaya,” kata Faical Irhansyah.
Kejadian ular kobra masuk ke rumah warga bisa jadi yang kesekian kalinya. Ada sejumlah tips untuk mencegah ular tidak masuk rumah. Pertama, menutup celah-celah kecil di dinding, lantai dan atap. Kedua memasang jaring, atau kawat pada ventilasi. Selanjutnya, menutup lubang pipa air dan saluran pembuangan air.
Untuk pencegahannya selalu menjaga kebersihan rumah dan sekitarnya. Menanam tanaman penolak ular seperti lidah buaya, dan sirih. Serta memasang penangkal ular elektronik. [dny/aje]






