Gresik (beritajatim.com) – Di musim hujan warga harus ekstra hati-hati. Pasalnya, banyak binatang melata seperti ular, biawak dan lainnya keluar dari sarangnya. Seperti terjadi di Gang Arwana RT 3 RW 3 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Warga yang berdomisili di sekitar daerah itu, digegerkan adanya ular piton dengan panjang 5 meter berada di saluran pembuangan air.
Sutatik (53) salah satu warga menceritakan dirinya saat itu sedang membersihkan selokan pembuangan air. Tiba-tiba ada ular piton berada di dalam selokan. Kuatir dirinya celaka, tanpa banyak bicara meminta tolong tetangganya.
Usai memberitahu ke petugas Damkarla Gresik. Warga belum berani mendekat. Ular piton bersisik warna kuning hitam itu, hanya berdiam di dalam selokan pembuangan air.
Petugas Damkarla yang datang ke lokasi bersama 7 personel. Dilengkapi alat pelindung diri (APD) melaksanakan proses pencarian ular piton di selokan saluran pembuangan.
Sambil mencangkul tanah di tempat ular bersembunyi selama beberapa menit. Ular piton panjang 5 meter itu, berhasil ditangkap lalu dievakuasi bersama warga ke tempat yang aman. “Ularnya sudah kami evakuasi, kami menghimbau kepada warga agar berhati-hati selama musim hujan,” ujar Bowo Wiyono petugas Damkarla Gresik, Kamis (26/12/2024).
Sewaktu melakukan evakuasi ular piton. Petugas Damkarla Gresik juga mengerahkan truk penyemprot air agar ular bersembunyi bisa keluar. “Cara ini sengaja kami lakukan agar ular piton mudah di lokasi persembunyian,” ungkap Bowo.
Kejadian ular piton berada di lingkungan warga sudah kesekian kalinya. Damkarla Gresik mencatat selama Desember 2024 ada 43 rescue. Sementara jumlah kebakaran ada 8 kali. Angka tersebut akan terus bertambah menjelang tutup akhir tahun. [dny/kun]






