Malang (beritajatim.com) – Sebuah inovasi revolusioner dalam dunia kesehatan datang dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Sahi Rafael Damardhi, lulusan terbaik Teknik Elektro S-1 Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang, berhasil menciptakan teknologi deteksi jantung janin tanpa sentuhan fisik.
Inovasi Sahi, digadang-gadang mampu membantu dokter menganalisis kesehatan janin secara lebih akurat dan efisien. Teknologi ini memanfaatkan algoritma cerdas untuk memproses suara detak jantung janin.
Dengan pendekatan berbasis Wavelet Scattering Transform (WST) dan K-Means Clustering, suara detak jantung janin yang direkam melalui alat khusus akan dianalisis dan dikelompokkan secara otomatis. Penelitian ini diberi judul ‘Pengolahan Sinyal Fonokardiografi Janin (FPCG) Berbasis Transformasi Wavelet Scattering dan K-Means Clustering’.
“Teknologi ini bekerja seperti ‘otak pintar’ yang bisa memecah suara menjadi komponen-komponen kecil untuk mengenali pola tersembunyi,” jelas Sahi, kepada awak media, Jumat (11/4/2025).
Dengan data dari 120 rekaman jantung janin, algoritma milik Sahi berhasil mengelompokkan suara menjadi empat jenis berbeda. Ini membuka jalan baru bagi tenaga medis untuk mengidentifikasi dini apakah jantung janin berfungsi secara normal atau menunjukkan indikasi gangguan.
Meski masih dalam tahap awal penelitian, potensi teknologi ini begitu besar. Evaluasi dan validasi lebih lanjut oleh tenaga medis profesional menjadi langkah penting sebelum aplikasi teknologi ini digunakan secara luas di dunia klinis.
Inspirasi inovasi ini datang dari teknologi analisis gambar yang sudah lebih dulu diterapkan secara luas. Putra dari pasangan I Made Rentib dan Kristina Palupi ini berharap temuannya bisa dikembangkan menjadi alat monitoring kesehatan janin yang lebih akurat dan terjangkau.
Tak hanya unggul di bidang akademik, Sahi juga aktif dalam berbagai proyek dan kegiatan yang mendukung pengembangan dirinya sebagai calon teknolog masa depan. Ia pernah terlibat dalam proyek instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Mojokerto yang digagas oleh Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., serta mengikuti kompetensi PLTS sebagai bekal karier di bidang energi terbarukan.
Lulusan SMA Negeri 12 Malang ini juga mengasah kemampuannya melalui program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di PT Suri Tani Pemuka (anak perusahaan JAPFA Comfeed Indonesia Tbk) yang bergerak di sektor akuakultur. Di sana, Sahi fokus pada riset high voltage power supply sebagai alternatif teknologi disinfeksi media budidaya udang.
“Biasanya disinfeksi menggunakan sinar UV, namun kami mencoba mengevaluasi penggunaan medan listrik bertegangan tinggi untuk membunuh mikroba,” ujarnya.
Pengalaman riset dan lapangan yang diperoleh Sahi menjadi bukti nyata bagaimana ITN Malang memfasilitasi mahasiswa untuk berkembang secara holistik. Menurutnya, kampus ini memberikan lingkungan yang inklusif, didukung fasilitas modern dan kurikulum adaptif terhadap perkembangan industri.
“ITN adalah kampus teknik yang suportif. Dosen-dosennya sangat berpengalaman dan selalu mendukung mahasiswa untuk berkarya. Saya merasa sangat terbantu dalam mengembangkan potensi saya di sini,” tutupnya.
Sahi Rafael juga tercatat sebagai The Winner Duta Kampus ITN Malang 2023. Hal itu membuktikan bahwa prestasinya tak hanya di bidang akademik, tetapi juga di aspek kepemimpinan dan kontribusi sosial. (dan/but)






