Malang (beritajatim.com) – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menambah satu guru besar di bidang Teknik Elektro yaitu Prof Dr Eng Aryuanto Soetedjo ST MT. Saat pidato pengukuhan guru besar Prof Aryuanto Soetedjo membahas tentang ‘Implementasi Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) pada Piranti Tertanam untuk Transformasi Teknologi di Era Digital’.
Diketahui bahwa Prof Aryuanto yang berasal Fakultas Teknologi Industri menjadi profesor ke 10 ITN Malang sekaligus profesor ketiga Prodi Teknik Elektro. Prof Aryu saat pidato pengukuhan menjelaskan tentang konsen penelitian artificial intelligence (AI), yang berusaha menirukan kecerdasan manusia.
Dia menjelaskan bahwa penelitiannya adalah implementasi AI yang khusus pada perangkat tertanam, dan beberapa aplikasi kecerdasan buatan yang berhasil diimplementasikan pada piranti tertanam.
“Umumnya AI (kecerdasan buatan) banyak digunakan pada aplikasi internet. Seperti komputer, mesin pencarian Google, aplikasi friend suggestion pada media sosial, fitur rekomendasi lagu pada layanan musik Spotify, atau rekomendasi judul film pada layanan film Netflix,” jelasnya pada Rabu (30/11/2022).
Namun, kata dia, dengan perkembangan teknologi elektronika ada istilahnya piranti tertanam. Semacam komputer mini atau mikro yang bisa ditanamkan (ditempelkan) ke berbagai perangkat, misalnya mesin cuci, televisi, handphone, dan lain-lain. Pada penelitian tersebut, Prof Aryu pada mengimplementasikan AI ke perangkat-perangkat yang tertanam.
“Sehingga saya berharap mesin cuci, TV, serta rumah kita menjadi pintar. Kategori pintar adalah hemat energi, pemakaian listrik bisa teroptimalkan. Kalau tidak dipakai otomatis bisa mati, mesin cuci juga bisa diatur dijadwalkan penggunanya,” terang pria yang lahir di Sragen tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”teknologi”]
Kecerdasan buatan juga bisa diterapkan pada mobil otonom atau mobil tanpa pengemudi. Selain itu, dapat diterapkan juga pada mobil konvensional dengan dilengkapi sistem yang membantu memperingatkan sopir saat kelelahan atau mendeteksi rambu lalu lintas.
“Penelitian dosen harapannya tentu bisa berguna untuk masyarakat. Namun, untuk dikenalkan kepada masyarakat produk akademisi ini ada tahap proses yang harus dilalui. Karya penelitian dosen terlebih dahulu melewati publikasi ilmiah, pendaftaran paten, baru kemudian dikomersialkan ke masyarakat atau mitra,” kata dia melanjutkan.
Menurutnya, ITN dalam waktu dekat akan masuk ke smart campus smart building. Saat inikampus 2 ITN Malang sudah memiliki PLTS. Ada bangunan yang sudah menggunakan building management system (BMS), tapi masih sederhana. “Dengan kemajuan AI akan diterapkan di situ, building campus-nya, pemakaian energi, dan juga smart classroom-nya ditunjang oleh kecerdasan buatan,” tutupnya.
Sementara itu, Rektor ITN Malang Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE merasa bangga karena pada penghujung tahun 2022 ITN Malang bisa menghasilkan profesor baru di Bidang Teknik Elektro. Dia berharap ITN Malang bisa memposisikan diri setingkat dengan perguruan tinggi papan atas Indonesia bukan hal berlebihan. Karena, salah satu indikator pemeringkatan perguruan tinggi adalah jumlah doktor dan profesor.
Untuk mendukung hal tersebut ITN Malang saat ini sedang menunggu beberapa dosen yang tengah berproses mengajukan profesor. “Kami sangat senang dengan pengukuhan Profesor Aryuanto. Ini akan menjadi motivasi dan mendorong kolega-kolega kami (para dosen) yang masih yunior untuk terus meningkatkan publikasinya. Sehingga bisa mencapai puncak jabatan fungsional akademik profesor,” ujar Prof Lomi sapaanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”itn-malang”]
Prof Lomi menambahkan, untuk mencapai jenjang fungsional profesor persyaratan yang harus dilalui tidaklah mudah. Dosen mesti menghasilkan karya publikasi internasional masuk Q1, dan terindeks scopus. Namun, hal ini dilalui Prof Aryu dengan sangat baik.
Menurut Prof Lomi, Prof Aryu adalah sosok yang low profil. Namun, memiliki kinerja, publikasi, dan aktivitas pembelajaran yang sangat luar biasa. Hal ini tentunya akan memberi motivasi kepada dosen di lingkungan ITN Malang untuk meningkatkan publikasi.
“l”Tentu mahasiswanya akan bangga diajar seorang profesor yang berkompeten. Prof Aryu juga kepala laboratorium yang biasa bekerja hingga larut malam dalam melaksanakan proyek, baik kompetisi-kompetisi yang dilaksanakan oleh kemdikbud ristek maupun penelitian-penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa,” terangnya. [dan/but]






