Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang 1 Suro, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melakukan Kirab Lintas Sejarah dan Jamasan Pusaka. Kegiatan itu rencananya dilakukan pada hari Selasa (18/7) siang, setelah salat Dzuhur.
Rute Kirab Lintas Sejarah dari titik awal berada di komplek Makam Raden Batoro Katong di Kelurahan Setono menuju titik Jamasan Pusaka di Paseban Alun-alun Ponorogo.
Untuk kelancaran acara Kirab Lintas Sejarah dan Jamasan Pusaka, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo pengalihan arus lalu lintas. Pengalihan arus lalu lintas ini, dilakukan di titik-titik jalur yang dilewati oleh kegiatan yang bagian dari rangkaian perayaan Grebeg Suro 2023.
Rute yang akan dilewati dalam Kirab Lintas Sejarah ini, mulai dari Jalan Nikengandini ke barat, melewati Jalan Batoro Katong. Setelah Jalan Batoro Katong, lurus melewati Jalan Ahmad Dahlan. Sampai di perempatan Pasar Legi, rombongan belok ke kiri lewati Jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto.
[berita-terkait number=”3″ tag=”1-suro”]
Setelah melewati Jalan HOS Cokroaminoto, peserta Kirab Lintas Sejarah belok ke kanan melewati Jalan Jendral Besar Sudirman. Saat sampai di pertigaan depan Toserba Ponorogo Permai, belok kanan ke Jalan Alun-alun Timur. Baru kemudian belok ke kiri untuk sampai lokasi tujuan, di Paseban Alun-alun Ponorogo. Tempat untuk melakukan jamasan pusaka.
Pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan Satlantas Polres Ponorogo demi kelancaran acara Kirab Lintas Sejarah. Satlantas Polres Ponorogo menghimbau agar masyarakat selalu memperhatikan himbauan dari petugas yang ada di lapangan.
Kirab Lintas Sejarah ini, membawa tiga pusaka milik pendiri Ponorogo, yakni Tombak Kiai Tunggul Nogo Sabuk Angking Cinde Puspito dan Payung Songsong Kiai Tunggul Wulung. Kegiatan ini selalu menyedot perhatian masyarakat. Penonton selalu berjubel di sepanjang rute dari Kirab Lintas Sejarah. (end/ted)






