Gresik (beritajatim.com) – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik punya rekomendasi terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai kota industri pendukung IKN yang akan dipindahkan di Provinsi Kalimantan Timur. Letak geografis Gresik yang strategis berpotensi menjadi pusat transportasi dan logistik. Hal ini terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik, di Aula Bersama Politeknik Semen Indonesia di Gresik, Selasa (13/06/2023).
Ketua PII Cabang Kabupaten Gresik, Awang Djohan Bachtiar menuturkan, Gresik saat ini telah memiliki pelabuhan, serta cukup banyak Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dibandingkan dengan daerah lain. Untuk itu Gresik akan menjadi pusat transportasi dan logistik menuju IKN Nusantara.
“Di Jawa Timur berdiri ribuan industri, mulai dari skala kecil hingga besar. Jika selama ini distribusi ke IKN Jakarta bisa ditempuh melalui jalur darat, nantinya menuju IKN hanya bisa melewati jalur udara maupun laut. Di sinilah peran utama Gresik sebagai kota penyangga IKN. Sebab, tidak banyak daerah induatri di Jawa Timur yang memiliki pelabuhan besar dan TUKS layaknya Gresik, seperti Sidoarjo dan Mojokerto,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan pelabuhan didukung oleh berbagai macam infrastruktur yang mendukung kegiatan industri secara efektif. Hal ini memudahkan pengurusan logistik dan transportasi barang.
“Pemkab Gresik harus aktif dalam memperkuat sektor industri melalui berbagai program dan kebijakan khusus untuk meningkatkan investasi dan memperkuat sektor industri. Tentu hal ini akan memperkokoh posisi Gresik sebagai kota industri dan penyangga bagi IKN,” imbuhnya.
Sementara Ketua Pengurus Wilayah PII Jawa Timur, Gentur Prihatono menuturkan, proyek pembangunan IKN sangat besar, sehingga rantai pasok materialnya juga besar. Gresik yang dulu hanya bagian dari Surabaya, sekarang didukung oleh tujuh Pelabuhan dan harus bisa ambil peran dalam pembangunan tersebut.
BACA JUGA:
Ini Penyebab Naiknya Harga Telur di Ngawi
“Gresik dengan IKN di Kalimantan Timur jaraknya dekat dan Gresik yang dikenal dengan kota syahbandar memiliki pelabuhan yang untuk transportasi menuju IKN. Saat ini PII harus berbicara dengan Pemerintah Daerah, berbicara dengan industri untuk menggali potensi apa yang bisa mendukung pembangunan IKN,” ungkapnya.
Guru Besar Bidang Transportasi, Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Agus Taufik Mulyono menyatakan kepindahan IKN ke Kalimantan Timur tidak perlu membawa keresahan bagi masyarakat. Pulau Jawa tetap akan tumbuh.
“Gresik mampu memberikan peranan penting bagi pembangunan IKN, pemerintah harus memperbaiki insfrastruktur jalan menuju Pelabuhan, karena ini akan menjadi simpul. Ini yang saat ini menjadi tantangan di Gresik,” pungkasnya. [dny/but]






