Gresik (beritajatim.com) – Amblasnya Jembatan Kacangan Gresik, kemarin (20/12), mendapat perhatian serius Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Orang nomor satu di Gresik itu langsung meninjau ke lokasi bersama Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Achmad Hadi serta Camat Benjeng.
Akibat amblesnya jembatan, aktivitas warga Desa Bulurejo dan Desa Gluranploso terganggu. Warga setempat juga harus ekstra hati-hati saat hendak melintas.
Seperti diberitakan, jembatan dengan panjang kurang lebih 48 meter itu tiba-tiba amblas. Berbagai spekulasi timbul mengenai penyebab amblasnya Jembatan Kacangan. Di antaranya akibat berubahnya aliran sungai.
“Perubahan aliran sungai dan derasnya arus menyebabkan skoring pada bangunan jembatan, sehingga terjadi pengikisan pada area tiang yang menyangga jembatan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik Achmad Washil, Senin (20/12/2021).
Bupati Gresik Gus Yani mengatakan, beberapa langkah telah dilakukan antara lain melakukan pengawasan dan antisipasi terhadap tanggul dan kedepan akan dilakukan upaya untuk mengubah aliran sungai. Sehingga derasnya aliran air tidak langsung menghantam pondasi tiang jembatan.
“Kita akan mencari solusi yang tercepat agar jembatan ini bisa berfungsi kembali,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Terkait penyebab amblesnya jembatan, Bupati Gus Yani menginstruksikan kepada Dinas PUTR Gresik beserta jajaran untuk bisa segera membentuk tim investigasi untuk mengetahui apa masalah sebenarnya yang terjadi.
“Segera bentuk tim untuk mencari tahu penyebabnya, jangan sampai kita buru-buru membangun ulang tanpa tahu apa penyebab amblesnya jembatan,” ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu juga menginstruksikan kepada Kepala Desa untuk benar-benar menutup akses ke jembatan untuk memastikan jembatan tidak dilalui kendaraan, pun juga agar masyarakat tidak menjadikan jembatan yang ambles menjadi objek wisata baru yang justru akan membahayakan keselamatan masyarakat. [dny/but]






