Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim akan terus berjuang memberikan sambungan listrik untuk keluarga miskin atau rumah tangga miskin (RTM).
“Dinas ESDM akan berkoordinasi dengan stakeholder atau perusahaan-perusahaan swasta di bidang ESDM agar mengalokasikan CSR-nya untuk penyambungan listrik gratis bagi RTM di sekitar tempat usaha atau pabrik mereka,” kata Kepala Dinas ESDM Jatim, Nurkholis didampingi Kabid Ketenagalistrikan, Muhammad Waziruddin di kantornya, Selasa (28/6/2022).
“Kita tahu Ibu Gubernur cukup gencar dalam sektor elektrifikasi. Ada upaya percepatan yang sudah dilakukan, sehingga Jatim bisa 100 persen teraliri listrik, khususnya di wilayah kepulauan. Saat ini, rasio elektrifikasi di Jawa Timur mencapai 105,47 persen, namun masih terdapat rumah tangga yang belum menikmati sambungan Listrik dari PT PLN (Persero),” katanya.
Menurut data yang ada di ESDM Jatim, jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Jawa Timur yang belum teraliri listrik sebanyak 126.708 Rumah Tangga Miskin (RTM). Ini berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial tahun 2020.
Dari RTM tersebut, yang mendapat bantuan sambungan listrik dari tahun 2019-2022 sebanyak 83.283 RTM, dengan rincian CSR dari BUMN/BUMD Tahun 2020-2022 sebanyak 68.882 RTM dan Hibah dari Pemprov Jatim Tahun 2019-2022 sebanyak 14.401 RTM.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemprov-jatim”]
Apa langkah yang telah dan akan dilakukan ESDM Jatim?
“Tahun 2022 telah mengalokasikan anggaran Instalasi Rumah Sambungan Rumah (IRSR) sebesar Rp 4,7 miliar dengan jumlah penerima bantuan listrik gratis untuk rumah tangga miskin sebanyak 2.700 RTM. Kemudian, sebanyak 6.170 RTM di Jatim diusulkan teraliri listrik pada tahun 2023 dengan anggaran sekitar Rp 12 miliar,” jelasnya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Ketenagalistrikan, bahwa pada tahun 2022 Ditjen Gatrik akan melakukan kegiatan Penyambungan Listrik Gratis di Jawa Timur kurang lebih sebanyak 15.552 rumah tangga miskin. Sehingga, tersisa sejumlah 27.873 RTM yang belum teraliri listrik di Jatim. [tok/but]






