Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 37 ekor sapi di Kabupaten Mojokerto terdeteksi mengidap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Terkait temuan tersebut, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto telah memberikan sejumlah penanganan.
Utamanya pengobatan terhadap hewan dengan penambahan multivitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh. Termasuk memberikan obat antibiotik, antipiretik dan anti alergi agar demam dan alerginya segera turun.
“Antialergi diberikan tiga kali berturut-turut agar efek benjolannya hilang,” ungkap Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disperta Kabupaten Mojokerto, drh Tutik Surjaningdyah, Senin (20/3/2023).
Sementara multivitamin dan antibiotik agar daya tahan tubuhnya meningkat dan nafsu makannya kembali pulih. Tutik menambahkan, wabah penyakit LSD sejatinya hampir sama dengan penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi.
“Yakni sama-sama disebabkan oleh virus. Bedanya, virus PMK bisa menyebar lewat udara, sementara LSD disebarkan lewat vektor atau makhluk hidup pembawa virus. Seperti nyamuk, lalat atau kutu. Sehingga penanganannya tak banyak memerlukan desinfektan layaknya PMK,” katanya. ’
Baca Juga: Waspada Penyakit LSD pada Sapi, Ini Gejala dan Cara Atasinya
Penanganannya cukup dilokalisir atau isolasi untuk hewan yang terdeteksi LSD. Sementara kandangnya juga dijaga kebersihannya agar tidak banyak dihinggapi vektor seperti nyamuk dan lalat. Menurutnya, LSD tidak terlalu membahayakan hingga mengakibatkan kematian langsung pada hewan.
“Tidak seberapa membahayakan bagi hewan ternak, namun kalau dibiarkan bisa menyebar kemana-mana. Hanya saja, efeknya bisa menjadikan hewan keguguran dan infertilitas pada hewan jantan. LSD sendiri terdeteksi berasal dari Afrika yang terbawa hingga ke Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sebanyak 37 ekor sapi di Kabupaten Mojokerto terdeteksi mengidap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, persebaran wabah penyakit kulit hewan yang disebut oleh virus ini sudah menyebar di 13 di Kabupaten Mojokerto. [tin/ted]






