Banyuwangi (beritajatim.com) – Pada 29 Mei 2022, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) , KH Miftachul Akhyar pernah bilang tentang arti nama. Dia memberikan pernyataan soal nama yang mengandung dan tersirat kata Ali di dalamnya.
Dalam pernyataan itu, kata Kiai Miftach, bahwa seseorang yang bernama Ali bakal jadi orang hebat. Perkataan itu masih tersimpan rapi dalam sebuah video yang viral kembali di jejaring media sosial. Video tersebut diunggah oleh NU Online saat masih dalam kondisi Pandemi Covid-19.
Saat itu Rais Aam PBNU ini hadir pada halal bihalal di PCNU Banyuwangi. Pada kesempatan itu juga dibarengi launching Kabupaten Banyuwangi sebagai Bumi Sholawat Badar, penyerahan 1.026 sertifikat wakaf dan Countdown Satu Abad NU.
Kala itu, sebanyak 300 ulama dan kiai pondok pesantren se Kabupaten Banyuwangi hadir di Hotel Ketapang Indah. Turut hadir, Menteri ATR/BPN RI, Sofyan Djalil.
“Ini Pak Menteri ATR, Sofyan Djalil ini, perlu ditambah dengan nama Ali. Karena yang saya ketahui orang-orang yang ada nama Ali-nya itu jadi orang hebat-hebat,” ucap Kiai Miftach, dikutip Kamis (5/8/2024).
Saat itu pula, KH Miftachul Akhyar juga menyebut sosok KH Ali Manshur, sang pengarang Sholawat Badar yang juga mendapatkan tanda kehormatan dari pemerintah. Selain itu juga Waketum PBNU Prof. Dr. Nizar Ali.
Kiai Miftach juga menyinggung Ali Makki Zaini yang kala itu menjadi Ketua PCNU Banyuwangi.
“Nama Makki saja itu sudah hebat, apalagi ditambah Ali, wah ini, maka Jawa Timur (bisa) diguncang oleh Banyuwangi,” ungkapnya.
Dua tahun berselang, nampaknya pernyataan itu seolah benar menjadi doa. Bahkan, membuka harapan bahwa kenyataan tentang nama Ali tersebut.
KH Ali Makki Zaini kini menjadi Calon Bupati Banyuwangi. Dan, Ali Ruchi resmi menjadi pasangan calon wakilnya. Dua nama yang mengandung Ali, persis seperti apa yang disebut oleh Kiai Miftachul Akhyar.
Mengenal Ali Makki Zaini merupakan Ketua PCNU Banyuwangi 2018 – 2023. Dia juga Pengasuh Ponpes Bahrul Hidayah Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono.
Sedangkan, pasangannya pada Pilbup Banyuwangi adalah Ali Ruchi. Dia seorang birokrat yang pernah mengampu sejumlah posisi. Saat ini posisinya sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Sempat hilang harapan keduanya tidak dapat turut dalam pesta demokrasi di Banyuwangi. Apa hal? Lantaran rekomendasi dukungan partai yang minim.
Tujuh partai yang duduk di parlemen nyaris semua mendukung pasangan petahana Ipuk Fiestiandani-Mujiono. Tersisa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun terancam lantaran tidak memenuhi ambang batas 20 persen.
Tapi, keberuntungan mengarah kepada pasangan Ali-Ali ini. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024 tentang ambang batas partai atau gabungan partai dapat mengusulkan calon di pilkada serentak 2024 mengubah semuanya.
“Ali Makki dan Ali Ruchi bisa memang dipandang sebelah mata, tetapi kita di hadapan Allah sama, dan kita akan tunjukkan bahwa kita pantas untuk meraih kepemimpinan di Kabupaten Banyuwangi,” kata Gus Makki pasca mendaftar ke KPU Banyuwangi. [rin/aje]






