Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo pada Selasa, 24 Februari 2026, diperkirakan didominasi langit berawan dengan potensi hujan ringan di waktu tertentu.
Berdasarkan prakiraan terbaru dari BMKG Juanda, masyarakat di tiga daerah tersebut diimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca, terutama pada siang hingga sore hari, karena tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi dapat mempengaruhi kondisi atmosfer sepanjang hari.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S. Tr., menjelaskan bahwa secara umum wilayah Mataraman Jawa Timur masih berada dalam kondisi berawan.
“Untuk sebagian besar wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo, cuaca cenderung berawan sejak pagi hingga malam hari,” ujarnya.
Di Ngawi, cuaca berawan sudah terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Memasuki pukul 13.00 WIB, hujan ringan diprediksi mulai turun dan berlangsung dalam durasi singkat. Setelah itu, mulai pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB, langit kembali berawan. Suhu udara di Ngawi berada pada kisaran 22 hingga 28 derajat Celcius.
Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 8,2 kilometer per jam, sedangkan kelembapan udara tercatat antara 70 sampai 97 persen.
Sementara itu, wilayah Magetan diperkirakan mengalami cuaca yang relatif stabil. Sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, kondisi langit akan terus berawan tanpa indikasi hujan signifikan.
Suhu udara berkisar antara 21 hingga 27 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan mencapai 27,8 kilometer per jam, serta kelembapan udara di rentang 67 sampai 93 persen.
“Meski tidak ada potensi hujan, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” jelas Oky.
Adapun di Ponorogo, kondisi cuaca juga didominasi awan dari pagi hingga malam, yakni mulai pukul 06.00 WIB sampai 22.00 WIB. Suhu udara berada di kisaran 22 hingga 29 derajat Celcius, menjadikannya wilayah dengan suhu maksimum paling tinggi di antara ketiganya.
Kecepatan angin dari arah timur tercatat cukup kencang, yakni sekitar 46,3 kilometer per jam, dengan kelembapan udara 70 hingga 93 persen.
“Kecepatan angin yang cukup tinggi di Ponorogo perlu diwaspadai, terutama bagi pengendara roda dua,” ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi yang bisa terjadi secara cepat. Dengan mengetahui prakiraan cuaca Ngawi, Magetan, dan Ponorogo lebih awal, masyarakat diharapkan dapat merencanakan aktivitas harian dengan lebih aman dan nyaman.(mnd/aje)






