Surabaya (beritajatim.com) – Industri textile di Surabaya kembali menggeliat pasca pandemi Covid-19. Bahkan, di tahun 2023 ini penjualan kain meningkat hingga 50 persen.
Danny Samtani, pemilik gerai kain di kawasan Ruko Pakuwon Square Surabaya mengungkapkan, bahwa pembeli kain khususnya untuk pernikahan, meningkat di tahun ini. Mereka banyak yang mencari kain jenis tile dan brokat.
“Di sini kesempatan kita (industri tekstil), karena setiap acara weeding pasti akan membuat busana untuk pengantinnya dan juga membuat seragam untuk keluarga serta sahabatnya. Jadi, kebutuhan kainnya banyak,” ujar Danny saat Soft Opening Gerai Mahex Textile miliknya, Sabtu (11/2/2023).

Ia mengungkapkan bahwa di Jawa Timur, sebenarnya kenaikan penjualan kain masih terpaut jauh dengan daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kedua daerah ini sudah mengalami peningkatan penjualan hingga 80 persen.
Namun, Danny mengaku optimis jika sepanjang tahun 2023 penjualan kain semakin meningkat. Ia mentargetkan, secara bertahap tahun ini ada kenaikan hingga 75 persen. “Kalau target tahun ini tidak muluk-muluk ya, mungkin targetnya ada kenaikan sekitar 75 persen,” ungkapnya.
Danny menjelaskan, saat ini warna-warna kain yang tengah menjadi tren yakni teracotta, burgundy, dan sage green. Di gerainya sendiri, ia membanderol kain dengan harga sangat murah meriah yakni kisaran Rp 20 ribu saja.
“Misalnya seperti tile, kita punya dari harga Rp 20 ribu permeter sampai jutaan per meternya. Konsep saya, kita berikan fasilitas bintang lima, tapi harga pasar,” tutupnya. [ipl/kun]






