Bojonegoro (beritajatim.com) – Dampak banjir yang merendam jalur kereta api di wilayah Pekalongan masih berimbas pada perjalanan kereta jarak jauh. Di Stasiun Bojonegoro, tercatat sebanyak 450 penumpang membatalkan keberangkatan selama periode Jumat (16/1) hingga Senin (19/1) pukul 12.00 WIB.
Pembatalan tersebut terjadi seiring dengan masih diterapkannya rekayasa pola operasi perjalanan kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya. Banjir di lintas utara menyebabkan gangguan operasional dan tingginya keterlambatan perjalanan, sehingga KAI terpaksa melakukan penyesuaian demi menjaga keselamatan dan kelancaran layanan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa meskipun jalur kereta api di lintas utara kini sudah dapat dilalui kembali, dampak gangguan sebelumnya masih memengaruhi perjalanan kereta dari dan menuju wilayah Daop 8 Surabaya.
“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Saat ini jalur rel di lintas utara belum dapat dilalui dengan kecepatan normal, sehingga penyesuaian perjalanan KA masih harus dilakukan secara bertahap,” ujar Mahendro, Senin (19/1/2026).
Hingga hari ini, sejumlah keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro masih dibatalkan karena rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana dan aspek keselamatan. Kondisi ini turut memicu meningkatnya jumlah penumpang yang memilih membatalkan perjalanan.
Adapun dua perjalanan kereta api yang dibatalkan dari Stasiun Bojonegoro, yakni KA (7003A) Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Bojonegoro–Gambir, dengan jadwal berangkat pukul 06.54 WIB. Kedua, KA (263) Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Bojonegoro–Semarang Poncol, jadwal berangkat pukul 07.49 WIB.
Selain pembatalan, KAI juga melakukan berbagai rekayasa operasional, mulai dari pengaturan ulang sarana, perubahan formasi rangkaian, hingga optimalisasi penggunaan kereta cadangan. Langkah ini dilakukan agar layanan kereta yang masih beroperasi tetap berjalan dan pemulihan perjalanan dapat dipercepat setelah kondisi jalur benar-benar normal.
KAI Daop 8 Surabaya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk pemeriksaan intensif sarana dan prasarana, pembersihan lintasan, serta memastikan keamanan jalur rel sebelum diberlakukan kecepatan normal.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan terdampak, KAI memberikan kemudahan berupa pengembalian bea tiket 100 persen atau penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku. “Pelanggan yang tiketnya terdampak pembatalan dapat melakukan refund penuh di luar biaya pemesanan atau reschedule tanpa biaya tambahan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” tutup Mahendro. [lus/aje]






