Jombang (beritajatim.com) – Ikatan Alumni Universitas Darul ‘Ulum (IKA Undar) Jombang menyampaikan sikap resmi terkait pemberitaan yang menyeret nama salah satu alumninya, Hakim Ali Muhtarom, SH., MH., dalam dugaan kasus suap ekspor minyak sawit mentah (CPO).
Ketua DPP IKA Undar, Dr. Kadi Sukarna, S.H., M.Hum., dalam konferensi pers di kampus Undar, Sabtu (19/4/2025), menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus tersebut.
“Kami sebagai Ketua DPP IKA Alumni Universitas Darul ‘Ulum menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam, namun semua pihak juga harus berhusnudzon dan atau berprasangka baik kepada pihak-pihak yang belum diputuskan oleh pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah,” tegas Kadi.
Ia menjelaskan bahwa status tersangka yang disematkan kepada Ali Muhtarom tidak melalui proses operasi tangkap tangan. Oleh karena itu, IKA Undar mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Dalam pernyataannya, Kadi juga meminta semua pihak untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum agar berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
IKA Undar pun secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas dugaan keterlibatan salah satu alumninya dalam kasus tersebut. Meskipun demikian, organisasi alumni ini tetap berkomitmen untuk menjunjung tinggi prinsip keadilan dan supremasi hukum sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Namun juga kami memohon maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas pemberitaan dugaan suap yang melibatkan salah satu anggota Alumni kami,” tambahnya.
Sebagai bentuk evaluasi internal dan semangat perbaikan, IKA Undar mengajak seluruh alumni Universitas Darul ‘Ulum, terutama yang sedang mengemban amanah di lembaga-lembaga negara, untuk terus berpegang pada nilai-nilai Trisula—sebuah warisan nilai yang menjadi identitas kampus Undar.
Dalam forum yang sama, Kadi turut mengumumkan rencana penyelenggaraan Reuni Nasional Alumni Universitas Darul ‘Ulum yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei hingga 1 Juni 2025. Acara bertajuk Alumni Tilik Kampus ini akan menjadi wadah temu kangen lintas angkatan dari berbagai penjuru Indonesia.
“Ini untuk membangun dan mempererat kembali tali silaturahmi antar alumni lintas angkatan, serta antara alumni dengan dosen dan civitas akademika kampus,” ujar Kadi.
Tidak hanya menjadi ajang nostalgia, reuni nasional ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi para alumni untuk melihat kembali perjalanan hidup pasca-lulus, serta menyaksikan langsung berbagai kemajuan kampus, baik dari sisi akademik, fasilitas, hingga capaian prestasi.
“Kami juga mendorong terbentuknya jejaring alumni lintas profesi dan daerah yang bisa saling mendukung dalam berbagai bidang, seperti karier, wirausaha, maupun sosial,” pungkasnya. [suf]







2 Komentar
Kami sbgai alumni FE semoga cpt selesai kasusnya tmn kita. Sesama alumni
Tadinya gak ada yg tahu klw dia alumni Undar, tp setelah IKA Alumni Undar berbicara, akhirnya banyak yg tahu.