Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyebut momentum Iduladha, Selasa (20/7/2021), pada masa pandemi sebagai momentum untuk merefleksikan makna pengorbanan.
DPC PKB menginstruksikan penyembelihan hewan kurban kepada delapan anggota fraksinya di DPRD Jember agar dipusatkan di daerah-daerah yang membutuhkan, terutama untuk masyarakat yang terdampak langsung oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021.
Delapan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa itu adalah Hafidi yang menyembelih dua ekor sapi dan 15 ekor kambing, Mufid menyembelih empat ekor kambing, Sunarsi Horis menyembelih tiga ekor kambing, Itqon Syauqi menyembelih lima ekor kambing, Gufron menyembelih lima ekor kambing, Sri Winarni menyembelih lima ekor kambing, Alwi menyembelih dua ekor kambing, dan Syaiful Anwar menyembelih dua ekor kambing.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PKB-Jember”]
“Sementara kami di kantor DPC PKB Jember sendiri menyembelih satu ekor sapi dan lima ekor kambing. Kami akan konsentrasikan pemberian bantuan untuk masyarakat yang terdampak langsung PPKM Darurat,” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi.
“Mari kita meneladani Hari Raya Iduladha bukan hanya melihat berkorban adalah menyembelih hewan kurban, tapi bagaimana kita mengorbankan ego dan kepentingan kita sendiri untuk bersama-sama menyelesaikan dan bangkit dari pandemi Covid-19,” kata Ayub.
Ayub mengingatkan, pandemi Covid-19 sedang pada masa puncak. “Sudahlah, kita berhenti saling menyalahkan dan berdebat. Mari kita bersama-sama berkorban dan bangkit mengatasi pandemi Covid-19 yang sedang menggila,” katanya.
Ayub menyerukan kepada masyarakat agar mematuhi kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi. “Kita taati. Kita ingin Covid selesai. Tapi (bagaimana bisa) kalau kita tidak berdisiplin melaksanakan protokol kesehatan,” katanya. [wir/kun]






