Magetan (beritajatim.com) – Aktivitas wisata di Telaga Sarangan sempat terganggu ulah pemotor berknalpot brong. Bahkan, kuda wisata sempat kaget.
Selain mengganggu para pelaku jasa usaha wisata, motor knalpot brong juga menga ggu wisatawan lainya yang hendak menikmati Telaga Sarangan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan Iptu Agus Suparno menjelaskan jika pihaknya mengamankan total 72 motor berknalpot brong di lokasi wisata Sarangan pada Sabtu (29/4/2023). Sebagian, motor berisik itu berasal dari luar Magetan.
“Kami mendapatkan keluhan dari pihak pelaku jasa usaha wisata dan sebagian wisatawan terkait adanya pemotor berknalpot brong yang mengganggu. Kami cek pada Jumat (28/4/2023) sore, ternyata nihil. Kemudian, pada Sabtu pagi kami datangi lokasi, ternyata mereka menggeber kendaraan dan mengganggu wisatawan. Langsung kami berhentikan dan kami amankan kendaraannya,” kata Agus Suparno saat ditemui di Mako Polres Magetan.
Agus mengatakan, mayoritas pemotor berknalpot brong itu masuk area Sarangan pada malam hari. Kemudian, saat paginya mereka baru berulah dengan menggeber kendaraan mereka di sekeliling telaga.
“Petugas loket saat malam kan jarang-jarang, ada yang masuk saat petugas loket wisata Sarangan tidak ada,” katanya.
Baca Juga:
Elf Wisatawan Grobogan Terguling di Sarangan-Magetan
Saat ini, pengguna kendaraan berknalpot brong itu dikenai sanksi tilang manual. Jika pemilik kendaraan ingin mengambil kendaraan tersebut, maka knalpotnya harus dikembalikan ke standarnya.
“Kami kenai sanksi tilang, bagi yang ingin mengambil harus mengembalikan kondisi motornya sesuai standar pabrik,” katanya.
Terpisah, Ketua Paguyuban Usaha Wisata Kuda Telaga Sarangan Nurhadi menerangkan jika pemotor berknalpot brong itu masuk kawasan wisata tanpa bayar karena mencari lengahnya petugas loket wisata saat malam hari.
“Malam hari mereka masuk gak bayar. Paginya langsung geber-geber di sini. Kami terganggu ya, karena kuda itu gampang kaget kalau dengar suara keras begini. Kalau semisal pas narik ada pengunjung naik kuda, kudanya kaget, terus pengunjungnya jatuh dari kuda, siapa yang mau tanggung jawab. Makanya kami melaporkan mereka ke polisi supaya ditertibkan,” katanya.
Baca Juga:
Pengunjung Telaga Sarangan Magetan Capai 13.700 Orang dalam Sehari
Dia bercerita, jika pernah ada kuda yang kaget karena knalpot brong hingga penumpang kudanya terjatuh. Hal itulah yang menjadi pemicunya.
Nurhadi mengatakan, pemotor berknalpot brong itu kerap mengganggu. Mereka sebagai pelaku wisata kewalahan untuk menghalau para pemotor berknalpot brong tersebut.
“Tentu jika kembali ada, akan kami minta polisi untuk mengamankan,” katanya. [fiq/beq]






