Pasuruan (beritajatim.com) – Aksi pemblokiran Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo yang dilakukan ratusan warga di depan Komando Latihan Marinir, Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan pada Kamis (23/7) akhirnya resmi berakhir. Akses lalu lintas nasional yang sempat lumpuh total sejak siang hari tersebut mulai dibuka kembali oleh warga sekitar pukul 17.00 WIB.
Massa unjuk rasa bersedia membuka barikade jalan setelah Pemerintah Kabupaten Pasuruan turun ke lokasi dan menyampaikan komitmen resmi untuk memfasilitasi dialog bersama. Langkah fasilitasi ini diambil sebagai bentuk upaya respons cepat Pemkab Pasuruan dalam mencari jalan keluar terbaik atas persoalan keresahan dugaan peluru nyasar dari latihan militer.
“Dari hasil yang sudah kita dengar bersama tadi di sini, hadir anggota dewan, Pak Kades, Pak Carik, tokoh masyarakat Alastlogo, Komandan Satuan Angkatan Laut, dan Muspika. Semuanya sepakat bahwa harus ada solusi terkait dengan hal ini demi menyelesaikan keluhan warga,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko.
Pihak jajaran TNI Angkatan Laut sendiri dilaporkan telah mengonfirmasi kesediaannya untuk menghadiri ruang mediasi yang akan dijadwalkan oleh pemerintah daerah. Pertemuan penting tersebut diharapkan dapat menjadi ruang diskusi terbuka yang sejuk guna mempertemukan perwakilan tokoh masyarakat Alastlogo dengan pimpinan militer.
“Pak Bupati bersedia memfasilitasi pertemuan antara para tokoh masyarakat Alastlogo dengan pihak TNI Angkatan Laut. Dari pihak Angkatan Laut juga sudah kami hubungi dan bersedia hadir pada kesempatan fasilitasi oleh Bupati Pasuruan sebagai jalan tengah permasalahan kita,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengemukakan bahwa seluruh jajaran instansi serta pemangku kepentingan di wilayah Pasuruan memiliki satu komitmen dan keinginan yang sama. Perlindungan serta jaminan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat Alastlogo menjadi prioritas utama yang harus dikedepankan dalam penuntasan konflik ini.
“Intinya semua ingin masalah ini selesai dan masyarakat tetap dilindungi, sehingga kami berharap setelah ini bisa ditentukan jadwal berdialog bersama. Mengenai jadwal teknis pertemuan nanti akan kami konsultasikan ke Pak Bupati terlebih dahulu, yang penting arus lalu lintas ini terurai dulu,” pungkasnya.
Usai penyampaian komitmen fasilitasi tersebut, arus kendaraan di Jalur Pantura Lekok Pasuruan yang sempat mengular panjang perlahan kembali melaju dengan normal. Sebelumnya, aksi penutupan jalan ini digelar warga Desa Alastlogo sebagai bentuk protes atas dugaan peluru nyasar dan menuntut penghentian aktivitas latihan militer di pemukiman mereka. (ada/but)






