Jombang (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Jombang pada Senin sore, 30 Maret 2026. Tiga kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Ploso, Tembelang, dan Megaluh, dengan dampak terparah terjadi di Kecamatan Ploso.
Selain merusak tujuh rumah warga, angin kencang juga menyebabkan kerusakan di fasilitas umum, termasuk gedung RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ploso.
Menurut data dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, tujuh rumah yang rusak terdiri dari tiga rumah di Desa Rejoagung dan empat rumah di Desa Tanggungkramat. Angin kencang juga mengakibatkan bagian aluminium composite panel (ACP) pada gedung rawat inap RSUD Ploso terlepas dan terbang ke area sekitar rumah sakit, menimpa empat mobil yang sedang parkir.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Untuk di Kecamatan Ploso terdapat tujuh rumah rusak dan satu rumah sakit. Pendataan terus kami lakukan,” ungkap Yusuf Kholifatullah, anggota Pusdalops BPBD Jombang.
Salah satu warga Kecamatan Ploso, Suparno (63), menceritakan pengalaman menegangkan saat angin kencang datang. Sebelum hujan deras mengguyur, mendung tebal menggantung di langit, diikuti dengan gulungan angin putih yang bergerak dari selatan ke utara.
Suparno mendengar suara ‘gemlodak’ dari atap rumahnya yang ternyata terbang sejauh 10 meter akibat disapu angin kencang.
“Setelah saya periksa ternyata atap rumah saya terbang sejauh 10 meter. Jatuh di permukiman. Saya berada di ruang belakang, sedangkan istri dan anak saya di ruang depan. Semuanya selamat. Hanya atap yang rusak,” kata Suparno.
BPBD Jombang terus melakukan pendataan dan pemulihan pasca bencana untuk memastikan warga yang terdampak dapat menerima bantuan dan dukungan yang diperlukan. [suf]






