Sampang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang memperkirakan puncak musim penghujan jatuh pada awal April 2022.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, Mohammad Imam mengatakan, puncak musim hujan adalah periode terjadi akumulasi curah hujan tertinggi selama tiga dasarian berturut-turut. Ia mengungkapkan bahwa musim penghujan ini bencana kerap terjadi utamanya angin puting beliung, pohon tumbang, serta banjir luapan Sungai Kemuning.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-sampang”]
“Masyarakat diimbau tetap siaga bencana, karena potensi bencana rawan khususnya banjir,” terangnya, Senin (14/3/2022).
Ditambahkan Imam, tim BPBD selalu siaga jika terjadi bencana, Pihaknya siap untuk membantu para korban.
“Kerjasama masyarakat sangat kami butuhkan terutama segera memberikan informasi jika ada bencana,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, awal Maret 2022, sebanyak enam kelurahan dan enam desa di wilayah Sampang Kota terendam banjir luapan Sungai Kemuning. Tak hanya itu, akses jalan provinsi penghubung antarkecamatan juga putus karena jalan raya berisi air dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Sementara banjir luapan sungai tersebut rata-rata sedalam 50 centimeter sampai 1 meter lebih. [sar/suf]






