Ngawi (beritajatim.com) — Seorang petani di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan tewas di dalam sumur sawah miliknya, Kamis (16/4/2026) malam. Korban diketahui bernama Muchlas (68), warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron.
Korban pertama kali ditemukan oleh anak perempuannya, Aprilia (16), sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Aprilia bersama warga mencari korban yang sejak pagi berpamitan pergi ke sawah, namun tak kunjung pulang hingga waktu magrib.
Pencarian berakhir ketika korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dasar sumur sedalam sekitar lima meter.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan ke pihak berwenang. Dugaan sementara, korban terpeleset dan terjatuh ke dalam sumur saat hendak menyalakan mesin pompa air.
Salah satu warga, Riyanto, mengatakan korban sempat dicari oleh keluarga karena tak pulang seharian.
“Sejak pagi sampai magrib tidak pulang, dicari anaknya bersama tetangga, ditemukan sudah meninggal dunia di dalam sumur,” ujarnya.
Tim SAR gabungan dari Ngawi yang datang ke lokasi langsung melakukan proses evakuasi. Petugas harus turun ke dalam sumur berdiameter sekitar satu meter dengan menggunakan peralatan lengkap.
Proses evakuasi sempat terkendala kondisi di dalam sumur, termasuk adanya pipa paralon yang menghambat akses. Selain itu, warga sebelumnya tidak berani turun karena khawatir adanya gas beracun di dalam sumur.
Anggota Tim SAR Sikatan Ngawi, Broto Sanjoyo, menyebut proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit. “Banyak rintangan di dalam sumur, seperti paralon. Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, diduga terpeleset atau bisa juga karena menghirup gas beracun,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan visum di tempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban dipastikan meninggal dunia akibat terpeleset dan terjatuh ke dalam sumur. [fiq/kun]






