Kegagalan menyakitkan pada 2002 dibayar impas Italia empat tahun berikutnya di Jerman. Pasukan Gli Azzuri mengalahkan Prancis dalam final yang mendebarkan dan keras. Setelah bermain imbang 1-1 selama masa normal, Italia menundukkan Prancis 5-3 dalam adu penalti. Peman terbaik jelas Zinedine Zidane. Namun ia akan lebih dikenang karena tandukan kepalanya ke dada Marco Materazzi, pemain bertahan Italia.
Pertandingan final berjalan menarik, dan Zidane maupun Materazzi memang ditakdirkan menjadi bintang dalam laga ini. Mereka menjadi pencetak gol untuk masing-masing tim. Zidane mencetak gol cepat di menit 7 melalui tendangan penalti. Materazzi membuat skor imbang 1-1 di menit 19.
Saat perpanjangan waktu, keduanya terlibat insiden. Materazzi melakukan semua cara untuk mengawal ketat Zidane, termasuk menarik kaos sang legenda. “Nanti aku berikan kaosku setelah pertandngan,” kata Zidane kepada Materazzi.
Materazzi membalas ucapan itu, dan tak butuh waktu lama, Zidane langsung menghantam dada pemain asal Inter Milan tersebut. Akting Materazzi keren juga. Ia terjatuh seolah-olah kesakitan, dan bisa ditebak, kartu merah untuk Zidane. Zidane belakangan mengatakan, Materazzi menghina ibunya, dan itu membuatnya geram. Bagi Zidane, ini masalah kehormatan.
Zidane mendapatkan kehormatannya. Italia mengangkat trofinya.
Final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menghadirkan dua hal menarik: pertarungan tiki-taka versus total football dan karma 1966 untuk Inggris. Spanyol berhasil menaklukkan negeri pencetus total football yang menjadi inspirasi tiki-taka, Belanda, 1-0 di final.
Piala Dunia 2010 menghadirkan laga dua musuh bebuyutan Jerman melawan Inggris di babak 16 besar. Jerman menghajar Inggris 4-1, namun bukan hanya itu yang jadi pembicaraan hangat. Topik hangat justru soal tak diabsahkannya gol pemain Inggris asal Chelsea, Frank Lampard. Padahal berdasarkan tayangan televisi, terlihat jelas bahwa bola hasil tendangan kanon itu sudah melewati garis gawang.
Orang kemudian kembali memutar memori pada final Piala Dunia 1966. Saat itu, Jerman dirugikan oleh gol meragukan Inggris. Skornya pun nyaris sama. Jika dulu Inggris menang 4-2, kini Jerman menang 4-1. Sejarah terulang, nyaris persis. Bedanya Jerman kali ini yang diuntungkan.
Presiden FIFA Sepp Blatter meminta maaf kepada Federasi Sepak Bola Inggris. “Inggris berterima kasih dan bisa menerima jika Anda kadang bisa menang dan kadang bisa kalah,” katanya.
Di luar kontroversi ‘Karma 1966’, pertemuan Spanyol dengan Belanda di final menjadi perbincangan penggemar sepak bola. Belanda tampil meyakinkan sejak babak awal dengan mengemas sembilan angka dalam fase Grup E. Sementara, kendati tampil sebagai juara Grup H, Spanyol sempat kalah 0-1 dari tim tak diunggulkan, Swiss.
Pertemuan di final diperkirakan berjalan seru. Namun ternyata dominasi tiki-taka lebih terasa. Jangankan bermain total football, Belanda justru bermain keras menjurus kasar. Wasot Howard Webb mengeluarkan 14 kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Pemain Belanda, John Heitinga, dikeluarkan dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Iniesta mengakhiri perlawanan Belanda dan menjadi juara dunia untuk kali pertama, setelah mencetak gol di menit 116.
Tahun 2014, Piala Dunia diselenggarakan di Brasil. Ada semangat ingin mengempaskan kutukan Piala Dunia 1950. Namun Selecao justru mengalami kekalahan 1-7, terbesar sepanjang sejarah dari Jerman dalam babak semifinal. Mungkin ini kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Air mata suporter Brasil mulai menetes deras saat Jerman unggul 5-0 hanya dalam waktu 29 menit. Jerman akhirnya menjadi juara dengan mengalahkan Argentina 1-0 di final.
Tahun 2018, Piala Dunia di Rusia menjadi arena penobatan Prancis menjadi juara dunia untuk kali kedua. Mereka mengalahkan Kroasia 4-2. Namun mungkin yang menarik adalah bagaimana pemain Mesir Mohamed Salah terlibat kontroversi saat diundang oleh pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov yang juga musuh bebuyutan Rusia. Salah dinobatkan menjadi warga kehormatan. Salah mencetak dua gol selama turnamen. Namun Mesir gagal lolos dari fase grup. [wir]






