Surabaya (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi Jawa Timur melalui keandalan pasokan gas alam. Komitmen ini disampaikan saat HCML berpartisipasi dalam pameran yang dikoordinasi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di mana HCML juga memberikan presentasi di booth Indonesia Pavillion.
“Kami sampaikan bahwa permintaan gas di Jawa Timur sangat tinggi, karena industri di Jawa Timur sangat besar akan energi dalam pertumbuhannya,” ujar Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari.
Hamim juga menegaskan bahwa dalam proses persiapan, eksplorasi hingga produksi, Pemerintah Indonesia melalui SKK Migas selalu hadir dan mendukung penuh aktivitas eksplorasi serta produksi migas yang dilakukan HCML. Ia menekankan bahwa pelaksanaan proyek tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga aspek non-teknis seperti kepatuhan terhadap regulasi dan pelaksanaan program sosial yang dilakukan bersama SKK Migas.
Dalam catatan kinerja operasional, HCML berhasil mencetak tonggak penting pada 30 November 2024 dengan pengangkatan kondensat ke-100 dari BD Field, berjumlah 300.779 barel (Bbls). Total kumulatif kondensat yang dihasilkan sejak awal operasi telah mencapai 15.264.630 Bbls selama lebih dari tujuh tahun.
“Semua capaian itu menjadikan 2024 sebagai tahun bersejarah bagi HCML dengan rata-rata penjualan gas tahunan mencapai 215 MMSCFD,” ungkap Hamim.
Kegiatan hulu migas yang dilakukan HCML turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Provinsi ini mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal I 2025, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Lapangan usaha pengadaan listrik dan gas menjadi sektor penyumbang tertinggi perekonomian Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 10,40 persen.
Lebih lanjut, Hamim memaparkan bahwa dalam upaya mendukung target lifting nasional, HCML berhasil memperoleh lima alokasi gas pada Oktober 2024, menerima lima perjanjian penjualan gas pada Desember 2024, serta menandatangani dua nota kesepahaman pada Juni 2024 untuk memperluas penetrasi pasar ke wilayah Jawa Barat. [rea/beq]






