Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka dengan Semen Padang dalam lanjutan pekan ke-32 BRI Liga 1 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (11/5/2025).
Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 ini menyisakan sejumlah catatan penting, terutama dari sisi pemain asing Persebaya, Bruno Moreira.
Menurut Bruno, laga kontra Semen Padang tidak berjalan mudah. Beberapa faktor disebut menjadi kendala utama Persebaya untuk meraih poin penuh di kandang sendiri.
“Saya paham cuaca hari ini tidak bagus, namun sebagai pemain profesional kami harus siap di segala situasi tapi ternyata keadaan berbeda,” ungkap Bruno, Minggu (11/5/2025).
Hujan deras yang mengguyur sejak awal pertandingan disertai petir memaksa wasit menghentikan laga di menit ke-7 babak pertama. Pertandingan sempat tertunda selama 30 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Kondisi lapangan yang licin dan cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim.
Selain faktor cuaca, pemain berusia 25 tahun ini juga menyoroti sejumlah insiden dalam pertandingan yang dianggap merugikan tim Bajol Ijo. Mulai dari kartu merah yang diterima pelatih Paul Munster, hingga gol Dejan Tumbas yang dianulir karena offside.
“Memang ini disayangkan kami tidak bisa mencetak gol atas semua peluang. Jelas itu mempengaruhi kami,” imbuhnya.
Hasil imbang ini membuat Persebaya harus menunda ambisi mengamankan posisi lebih tinggi di klasemen sementara Liga 1. Dengan hanya menyisakan dua laga tersisa di musim ini, setiap poin menjadi sangat krusial. [way/suf]






