Ngawi (beritajatim.com) – Harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami penurunan signifikan usai libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penurunan paling mencolok terjadi pada komoditas sayuran dan cabai, yang mulai dirasakan pedagang dan pembeli sejak dua hari terakhir.
Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Sabtu (3/1/2026) pagi, menunjukkan hampir seluruh harga sayuran mengalami koreksi ke bawah. Sawi putih yang sebelumnya dijual Rp10 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp6.000 per kilogram. Sementara sawi hijau turun dari Rp8.000 menjadi Rp5.000 per kilogram.
Harga selada juga mengalami penurunan cukup tajam, dari Rp50 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Kubis yang sebelumnya berada di kisaran Rp8.000 kini turun menjadi Rp6.000 per kilogram. Penurunan harga ini dipicu mulai lancarnya pasokan dari daerah sentra produksi pasca libur panjang.
Komoditas wortel ikut terkoreksi dari Rp18 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram. Namun penurunan paling drastis terjadi pada komoditas cabai. Cabai rawit yang sempat menembus Rp80 ribu per kilogram saat puncak libur Nataru kini rontok ke harga Rp50 ribu per kilogram.
Cabai merah keriting bahkan turun hampir separuh, dari sebelumnya Rp70 ribu per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram. Pedagang menyebut turunnya harga cabai dipengaruhi oleh menurunnya permintaan setelah libur panjang serta pasokan yang kembali normal.
Tak hanya sayuran dan cabai, komoditas protein hewani juga ikut mengalami penurunan harga. Telur ayam ras kini dijual Rp28 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Daging ayam potong yang sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram kini turun signifikan ke kisaran Rp28 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut disambut positif oleh masyarakat. Linda, salah satu pembeli di Pasar Besar Ngawi, mengaku terbantu dengan turunnya harga sayur dan cabai setelah lonjakan harga menjelang akhir tahun.
“Sekarang harga sayuran sudah mulai turun semua. Cabai juga jauh lebih murah dibanding sebelum tahun baru. Tinggal beras, gula, dan minyak goreng yang masih stabil tapi mahal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bagus Widiantoro, pedagang sayur di Pasar Besar Ngawi. Menurutnya, penurunan harga terjadi hampir merata pada seluruh komoditas hortikultura.
“Semua harga sayuran turun. Cabai rawit dan cabai keriting juga turun. Hampir semuanya sekarang lebih murah dibanding libur Nataru kemarin,” katanya.
Meski demikian, sejumlah kebutuhan pokok strategis lainnya masih terpantau stabil di level tinggi. Harga beras medium saat ini dijual Rp14 ribu per kilogram, sementara beras premium berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram. Adapun harga minyak goreng masih bertahan di angka Rp18 ribu per kilogram.
Masyarakat berharap tren penurunan harga tidak hanya terjadi pada komoditas sayuran dan cabai, tetapi juga diikuti bahan pokok utama lainnya agar daya beli warga kembali pulih pasca libur panjang Natal dan Tahun Baru. [fiq/beq]






