Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Sumenep meroket hingga menembus angka Rp100 ribu per kilogram pada pekan ini akibat faktor cuaca ekstrem dan menipisnya stok di tingkat petani. Kenaikan signifikan sebesar Rp20 ribu dibandingkan pekan lalu tersebut mulai memicu kekhawatiran masyarakat mengingat momentum bulan suci Ramadhan yang semakin dekat.
Amsiyatun, salah satu pedagang di pasar setempat, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga ini sudah mulai terasa sejak dua minggu terakhir. Ia menyebutkan bahwa fluktuasi harga komoditas pedas tersebut merupakan pola tahunan yang sering terjadi setiap kali memasuki masa menjelang puasa.
“Ya biasa dik.. kalau mau puasaan kan harga-harga naik. Termasuk ‘cabbi’. Dan lagi sepertinya masih belum panen raya cabbi,” ujar Amsiyatun saat ditemui di lapaknya, Rabu (11/02/2026).
Saat ini, ia terpaksa mematok harga Rp100 ribu per kilogram untuk pembeli eceran dan memberikan harga sedikit lebih miring yakni Rp90 ribu bagi pembeli kiloan. Amsiyatun menambahkan bahwa mayoritas konsumen kini lebih memilih membeli dalam takaran kecil atau eceran untuk menyiasati mahalnya harga.
“Yang banyak orang beli ya eceran. Kadang seperempat, kadang 1 ons. Karena ngecer ya hitungannya jadi lebih mahal dibanding kalau beli langsung 1 kilo,” katanya menjelaskan kondisi pasar.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep membenarkan adanya lonjakan harga yang cukup drastis pada komoditas cabai rawit ini. Kepala Bidang Perdagangan, Idham Halil, menyebutkan ada dua faktor utama yang menjadi pemicu kelangkaan barang di pasar induk maupun pasar pembanding.
“Salah satunya, masa panen sudah lewat, sehingga harus menunggu panen berikutnya. Kemudian faktor cuaca ekstrem juga mempengaruhi, karena banyak petani cabai yang hasil panennya kurang bagus, bahkan gagal panen,” terang Idham Halil.
Kondisi berbeda justru terjadi pada komoditas cabai merah besar yang harganya terpantau sangat stabil di angka Rp30 ribu per kilogram. Hal ini dikarenakan ketersediaan stok cabai merah besar masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sumenep.
“Kalau cabai merah besar ini stoknya aman. Karena itu harganya relatif stabil,” ungkap Idham memastikan ketersediaan pasokan.
Selain cabai, harga bahan pokok penting lainnya seperti telur ayam ras dan daging sapi dilaporkan masih dalam kondisi stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti. Telur ayam ras dibanderol Rp30 ribu per kg, sedangkan daging sapi kualitas bagus tetap bertahan di harga Rp135 ribu per kg.
Untuk komoditas pangan utama, harga beras kualitas premium masih tertahan di angka Rp14.600 per kg dan kualitas medium sebesar Rp12.500 per kg. Begitu pula dengan harga gula pasir yang masih ajek di angka Rp17 ribu per kg sama seperti pantauan pekan sebelumnya.
Dinas terkait berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan rutin secara berkala di Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal guna menjaga stabilitas harga sembako. Langkah pengawasan ini sangat krusial untuk mencegah adanya spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. [tem/beq]






