Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai dan bawang merah di pasar tradisional Sumenep semakin merosot. Untuk cabai rawit, saat ini harganya Rp 30.000 per kg. Turun dibanding pekan lalu Rp 35.000. Sedangkan cabai merah besar Rp 25.000 per kg. Mengalami penurunan harga dibanding pekan lalu, Rp 30.000 per kg.
Demikian juga dengan harga bawang merah, terus mengalami penurunan. Harga bawang merah awal pekan ini Rp 28.000. Padahal pekan lalu harganya masih Rp 32.000.
“Turunnya harga cabai dan bawang merah itu lebih disebabkan karena stok. Saat ini stok di pasaran melimpah, sementara permintaan tetap. Akibatnya terjadi penurunan harga,” Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Noer Lisal Anbiyah, Senin (24/10/2022).
Berbeda dengan cabai dan bawang merah, awal pekan ini ada komoditas yang justru mengalami kenaikan harga, yakni minyak goreng curah dan gula pasir. Untuk minyak goreng curah, pekan ini harganya Rp per 15.500 per kg. Sedangkan harga gula pasir awal pekan ini tercatat Rp 14.000. Sementara pekan lalu harganya masih Rp 13.500 per kg.

“Kenaikan harga gula pasir dan minyak goreng curah itu mengikuti harga distributor. Karena kulakannya naik, maka harga eceran juga ikut naik,” ujarnya.
Sementara untuk harga komoditas daging pekan ini juga stabil. Harga daging sapi tetap Rp 115.000 per kg, daging ayam broiler Rp 37.000 per kg, dan daging ayam kampung tetap Rp 90.000 per kg.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-cabai”]
“Kalau untuk harga telur, yang sedikit mengalami kenaikan adalah telur ayam ras. Pekan ini harganya di kisaran Rp 27.000 per kg. Sedangkan pekan lalu Rp 26.000 per kg. Sedangkan untuk telur ayam kampung, harganya stabil Rp 48.000 per kg,” terangnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional. Pemantauan harga dilakukan di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/but]






