Ponorogo (beritajatim.com) – Operasi pasar beras terus dilakukan oleh Bulog Ponorogo. Operasi untuk menstabilkan harga beras itu, dilakukan di beberapa pasar tradisional di bumi reog. Ada 3 kabupaten wilayah kerja Bulog Ponorogo, yakni di Kabupaten Ponorogo, Pacitan dan Magetan.
Distribusi beras di 3 kabupaten dalam operasi pasar ini, rata-rata 30-50 ton per hari. “Untuk Ponorogo di kisaran 20-25 ton per hari kita distribusikan,” kata Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Ponorogo Aan Sugiarto, Selasa (21/02/2023).
Upaya menstabilkan harga beras di pasaran terus digencarkan oleh Bulog Ponorogo. Pasalnya, harga beras medium yang beredar saat masih dihargai lebih dari Rp 10.000 per kilogramnya. Sehingga sampai tanggal 27 Februari nanti, pihaknya fokus untuk melakukan operasi pasar di pasar-pasar tradisional.
Dalam operasi pasar itu, Bulog Ponorogo menjual beras dengan kemasan per pak berisi 5 kilogram beras, dengan harga Rp 8.500 per kilogramnya. Setiap warga hanya dibatasi membeli maksimal 2 pak.
“Warga yang beli dibatasi maksimal 2 pak, agar merata ke masyarakat,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”operasi-pasar”]
Berdasarkan pantauan beritajatim.com di Pasar Lagi Ponorogo, ada penurunan harga beras kualitas medium. Meski diakui oleh pedagang, meski harga turun namun harganya masih cukup terbilang tinggi. Sebelumnya, harga beras medium Rp 11.500 per kilogramnya. Dari harga tersebut, turun Rp 500 sehingga menjadi Rp 11.000.
“Meski harga mulai turun, namun pembeli juga mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasanya,” kata Nurul, salah satu pedagang di Pasar Legi Ponorogo.
Nurul menduga sepinya pembeli beras ini, dikarenakan sebagian wilayah di Kabupaten Ponorogo sudah mulai memasuki masa panen. Sehingga masyarakat lebih memilih dengan memasak beras hasil panennya sendiri.
“Ya mungkin sudah ada yang panen, jadi pembeli juga mengalami penurunan,” pungkasnya. (end/ted)






