Blitar (beritajatim.com) – Pendakwah milenial Nahdlatul Ulama (NU) asal Blitar, Muhammad Iqdam Kholid atau yang populer disapa Gus Iqdam, mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa 1.000 potong sarung batik untuk para korban banjir bandang di Sumatera Utara (Sumut). Langkah ini diambil untuk memastikan para penyintas bencana tetap memiliki perlengkapan ibadah yang layak meski berada dalam kondisi darurat.
Inisiatif sosial ini tidak dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi antara keluarga besar Majelis Sabilu Taubah dengan mitra korporasi, yakni PT Prabuko dan PT Tiara Bara Borneo (TBB) dari Samarinda, Kalimantan Timur. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sandang, khususnya alat shalat, yang seringkali minim ketersediaan di lokasi pengungsian.
“Pada hari saya bersama saudara saya PT Prabuko dan PT TBB (Tiara Bara Borneo) Samarinda Kalimantan Timur, beserta keluarga besar Sabilu Taubah akan mengirimkan ke Sumatra Utara 1.000 Sarung Batik,” ungkap Gus Iqdam dalam pernyataan resminya melalui video yang diunggah, Kamis (4/12/2025).
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II ini menekankan bahwa logistik sarung tersebut saat ini sudah dalam proses pengiriman menuju lokasi terdampak. Ia berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban psikologis dan spiritual para korban, sehingga aktivitas keagamaan tidak terhenti akibat hilangnya harta benda terbawa arus banjir.
“Semoga kegiatan ibadah yang ada di Sumatra Utara serta saudara-saudara kita yang terkena bencana semoga tetap menjalankan ibadah,” imbuhnya.
Sinergi antara tokoh agama dan sektor swasta ini menjadi contoh jurnalisme konstruktif dalam penanganan pascabencana, di mana pemulihan aspek spiritualitas korban menjadi prioritas beriringan dengan bantuan fisik lainnya. Gus Iqdam menegaskan bahwa sarung-sarung tersebut didedikasikan agar shalat para pengungsi tetap terjaga.
“Semoga adanya bantuan ini bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kita,” tandasnya. [owi/beq]






