Malang (beritajatim.com) – Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH. Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), memberikan wejangan kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma). Dalam kuliah umum di acara Halaqoh Diniyah, ia membeberkan syarat fundamental agar ilmu yang dipelajari menjadi berkah dan bermanfaat.
Acara yang digelar di Gedung Bundar Al-Asy’ari, Kamis (25/9/2025), ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memperkuat landasan spiritual sebelum memulai perkuliahan. Gus Aab menekankan bahwa niat adalah kunci utama yang dapat mengubah aktivitas duniawi, termasuk belajar, menjadi ibadah bernilai akhirat.
“Belajar itu ibadah, Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Apapun yang kita pelajari akan menjadi ibadah jika dilandasi niat yang baik untuk mencari ridha Allah, menegakkan Islam, dan sebagai bentuk persiapan menuju akhirat,” tegas Gus Aab.
Ia menambahkan, kekuatan niat yang baik bahkan mendahului hasil. “Dengan niat yang baik, jangan kan berhasil, tidak berhasil pun kita tetap untung dan mendapat berkah,” tambahnya.
Mengutip ajaran Imam Syafi’i, Gus Aab menjelaskan setidaknya ada sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi seorang penuntut ilmu agar ilmunya berkah. Mulai dari hati yang bersih karena proses belajar harus didasari niat tulus karena Allah SWT, bukan untuk tujuan duniawi semata.
“Selanjutnya bekal yang halal, sangu atau bekal yang digunakan untuk menuntut ilmu, termasuk biaya pendidikan, harus berasal dari sumber yang halal. Menurutnya, hal ini sangat berpengaruh terhadap kebermanfaatan ilmu yang didapat,” katanya di hadapan maba Unisma 2025.

Kemudian penting juga untuk mendapat ridha guru. Menghormati dan mencari ridha dari para dosen dan guru adalah prinsip esensial dalam tradisi belajar Islam, sebagaimana diajarkan dalam kitab Ta’limul Muta’allim.
Ceramah inspiratif ini merupakan bagian dari rangkaian Halaqoh Diniyah Unisma yang bertema “Aswaja Gen-Z: Perdalam Ilmu, Terapkan Amal dan Bangun Karakter Religius.”
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., saat membuka acara menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah tahap kedua dari tiga program pembentukan karakter mahasiswa baru Unisma.
“Setelah mengikuti OSIKA yang fokus pada karakter kecendekiaan dan kebangsaan, kini kalian mengikuti Halaqoh Diniyah selama tiga hari untuk meletakkan dasar-dasar karakter keislaman dan religiusitas Aswaja,” ujar Rektor.
Ia memaparkan, jika OSIKA berfokus pada penguatan karakter kecendekiaan dan kebangsaan, maka Halaqoh Diniyah secara khusus dirancang untuk meletakkan fondasi karakter keislaman dan religiusitas berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).
“Kegiatan Halaqoh Diniyah yang akan anak-anakku ikuti dalam tiga hari ke depan adalah untuk meletakkan dasar-dasar pengembangan karakter keislamannya, karakter religiusitasnya, serta karakter keaswajaannya,” tegasnya.
Untuk memaksimalkan tujuan tersebut, Unisma menghadirkan tokoh nasional sebagai pembicara utama dalam sesi Studium Generale (kuliah umum), yaitu Ketua LD PBNU KH. Abdullah Syamsul Arifin, yang akrab disapa Gus Aab.
Prof. Junaidi berpesan agar seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti rangkaian acara selama tiga hari ke depan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, materi yang telah dirancang oleh Lembaga Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Keaswajaan (LPIK) Unisma sangat penting sebagai bekal dalam menempuh pendidikan di kampus NU terkemuka tersebut.
“Kita mulai dengan sebuah kuliah umum yang akan disampaikan oleh KH. Abdullah Syamsul Arifin. Beliau membawakan topik tentang generasi muda Aswaja, bagaimana meneguhkan jati diri, membangun karakter tangguh, dan mewujudkan keberlanjutan bangsa agar dapat diterapkan seluruh mahasiswa baru,” ungkap Rektor menutup. [dan/beq]






