Gresik (beritajatim.com) – Melonjaknya kasus covid-19 omicron di wilayah Gresik membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyiapkan tujuh puskesmas sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter). Nantinya ketujuh puskesmas itu dilengkapi sarana dan prasarana mulai obat-obatan, APD, hingga pembatas dari area umum.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, ada 508 kasus aktif. Sejak kemarin (6/2) ada tambahan 132 kasus tambahan baru. Adanya kenaikan ini membuat Dinkes memprediksi ada tambahan dibandingkan gelombang sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan dr Mukhibatul Khusna menuturkan, nantinya tujuh puskesmas itu dilengkapi ruang rawat inap yang rencananya digunakan untuk isoter.
“Nanti satu ruang bisa untuk tiga bed, di Puskesmas Kebomas ada enam sampai sembilan bed bisa,” tuturnya, Senin (7/02/2022).
Ia menjelaskan pihaknya saat ini masih mematangkan persiapan isoter ini. Yakni agar ketika berjalan nanti aman untuk petugas dan untuk pasien sendiri.
“Yang sudah berjalan di Puskesmas Sidayu, diaana ada 20 bed. Tapi masih kami sempurnakan juga isoter disana,” ungkapnya.
Lebih lanjut Khusna mengatakan, Isoter tersebut digunakan untuk pasien covid yang bergejala ringan. Pasien bisa isolasi antara 10-14 hari di puskesmas. Sebab, yang diperbolehkan isolasi mandiri di rumah hanya pasien dengan tanpa gejala.
[berita-terkait number=”4″ tag=”omicron”]
Untuk gelombang kali ini lanjut dia, kenaikan kasus diprediksi bisa lebih tinggi dibandigkan gelombang sebelumnya. Tapi, dampaknya lebih ringan. Hal itu terlihat dari ratusan pasien aktif saat ini yang mayoritas tanpa gejala maupun gejala ringan.
“BOR rumah sakit masih 25 persen. Karena saat ini yang dirawat di rumah sakit yang memiliki komorbid dan sedikit,” ujarnya.
Mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo Manyar itu menambahkan, dirinya menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik. Namun, harus meningkatkan kewaspadaan dengan protokol kesehatan.
“Kuncinya tetap prokes, wajib agar resiko penularan rendah,” imbuhnya. [dny/but]






