Gresik (beritajatim.com)- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Gresik yang juga anggota holding Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik (PG) punya cara tersendiri turut berkontribusi dalam program transisi pemerintah.
Bersama Kementerian ESDM, dan lembaga pendidikan. Perusahaan pelat merah ini memanfaatkan motor lama diubah menjadi motor listrik.
Program konversi ini, nantinya bertujuan untuk mengurangi konsumsi BBM, dan menurunkan emisi CO2.
“Transportasi darat seperti sepeda motor menjadi penyumbang CO2. Untuk meminimalisir tingginya konsumsi BBM oleh sepeda motor. Kami memulai program konversi ke energi listrik yang diinisiasi Kementerian ESDM,” ujar Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid, Rabu (3/7/2024).
Selain menggandeng Kementerian ESDM lanjut dia, pihaknya juga berkolaborasi Braja Elektrik Motor dan sejumlah SMK di Gresik selaku pihak yang melaksanakan konversi. Sekolah yang turut berkolaborasi diantaranya SMK PGRI 1 Gresik, SMKN 1 Mejayan, SMKN 10 Malang, SMK Al Huda Kediri dan SMK Wijaya Putra.
“Tahap pertama program ini dilakukan konversi pada 20 unit sepeda motor. Sementara target dari program ini sebanyak 80 unit kendaraan akan dikonversi. Program ini sekaligus sebagai media pembelajaran bagi bengkel-bengkel SMK untuk bisa melakukan praktik,” ujarnya.
Pentingnya konversi ini kata Robby, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pertumbuhan pengguna sepeda motor di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2023, jumlah sepeda motor di Indonesia lebih dari 124 juta unit yang terdaftar.
“Pertumbuhan ini tentu membawa dampak positif bagi mobilitas masyarakat, namun juga memunculkan tantangan bagi lingkungan,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui konversi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Selain mengurangi emisi gas rumah kaca, juga diharapkan dapat memberikan efisiensi ekonomi bagi pengguna sepeda motor dengan biaya operasional yang rendah. [dny/ian]






