Gresik (beritajatim.com)- Untuk pertama kalinya, Kabupaten Gresik melakukan ekspor perdana emas batangan ke negara Swiss. Emas batangan itu, merupakan hasil produksi pengolahan serta pemurnian mineral di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan, ekspor emas batangan ini merupakan pencapaian besar bagi daerah Gresik sekaligus kontribusi nyata dalam peningkatan devisa.
“Ini pertama kalinya, dan menjadi momen penting bagi pelaku industri KEK. Termasuk Gresik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya, Jumat (9/5/2025).
Sementara Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Wahjudi Adrijanto menuturkan, ekspor perdana ini merupakan sinergi yang baik antara pelaku industri, pemerintah daerah, dan otoritas terkait.
“Bea Cukai Gresik sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat, khususnya dalam memastikan proses ekspor berjalan lancar dan tepat waktu,” tuturnya.
Seperti diketahui emas batangan dengan spesifikasi Fine Gold Bar 1 kilogram LT <99,99% yang diekspor ke Swiss. Berkonstribusi memberi devisa negara lebih dari Rp 3,6 triliun.
Fasilitas pemurnian logam mulia (Precious Metals Refinery) PT Freeport Indonesia di KEK Gresik memiliki kapasitas produksi hingga 50 ton emas per tahun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ton telah diserap oleh pasar domestik, dan sisanya diekspor untuk memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara dan penguatan devisa nasional. [dny/aje]






