Surabaya (beritajatim.com) – Tiga pemuda Jawa Timur berhasil mencuri perhatian dengan inovasi-inovasi brilian mereka di sektor pertanian. Mereka dinobatkan sebagai Petani Milenial Inovatif Jawa Timur (PMIJ) 2024.
Prestasi ini membuktikan bahwa sektor pertanian tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, namun juga menarik minat generasi muda untuk berkreasi.
Mochamad Priyono dari Pasuruan, Kurniawan Adi dari Lamongan, dan Ahmad Lafillah Romadhon dari Jombang, masing-masing menyuguhkan inovasi yang unik dan berpotensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Timur.
Mulai dari perbenihan kentang merah sistem in vitro hingga budidaya melon hidroponik berbasis IoT, inovasi mereka menunjukkan semangat generasi muda untuk menjawab tantangan ketahanan pangan.
Penghargaan PMIJ 2024 diberikan dalam rangka mendorong generasi muda untuk lebih tertarik pada sektor pertanian. Seperti yang diketahui, sektor pertanian saat ini menghadapi masalah regenerasi petani. Banyak petani muda yang memilih untuk beralih ke sektor lain karena dianggap lebih menjanjikan.
“Program ini bertujuan untuk mengubah persepsi bahwa pertanian itu tidak menarik. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan inovasi dan teknologi, pertanian bisa menjadi sektor yang sangat menjanjikan,” ujar Direktur Utama KabarBaik.co, Supardi Hardy, Jumat (8/11/2024).
KabarBaik.co bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur dalam menyelenggarakan program ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi pertanian di Jawa Timur, sehingga dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Selain memberikan penghargaan kepada para petani milenial, acara ini juga memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh dan korporasi yang telah berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Jawa Timur.
Di antaranya adalah Fandi Ahmad Yani, Yuhronur Efendi, Kombes Pol Nanang Haryono, Hendy Siswanto, Heru Suseno, PT Petrokimia Gresik, SKK Migas, dan Mujiono.
Dengan adanya inovasi-inovasi dari para petani milenial ini, masa depan pertanian di Indonesia, khususnya Jawa Timur, terlihat semakin cerah. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional. [rea/suf]






