Pacitan (beritajatim.com) – Gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan pada Kamis malam mengakibatkan satu warga meninggal dunia serta menimbulkan kerusakan fisik pada sejumlah bangunan rumah di berbagai titik. Personel BPBD Pacitan segera melakukan pendataan dan koordinasi dengan aparat setempat guna memetakan dampak guncangan yang dirasakan cukup kuat oleh masyarakat tersebut.
Korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Joko Santoso (53), seorang warga RT 03 RW 02 Dusun Krajan Kidul, Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo. Sesaat sebelum kejadian, korban diketahui sedang berada di luar rumah dan sempat berbincang santai dengan tetangganya ketika guncangan hebat mulai terjadi.
Kepala UPT Puskesmas Ngadirojo, dr. Rini Endrawati, mengonfirmasi bahwa korban tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) sekitar pukul 01.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tim medis segera melakukan pemeriksaan luar untuk memastikan penyebab kematian pria tersebut pasca-guncangan gempa.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat hipertensi dan sering mengeluh pusing,” jelas dr. Rini saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (6/2/2026). Faktor kesehatan dan kondisi syok saat bencana diduga menjadi pemicu utama korban kehilangan kesadaran hingga meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, melaporkan bahwa selain menelan korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di dua kecamatan. Berdasarkan data sementara, sedikitnya lima rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi pada struktur bangunannya.
“Kerusakan pada bagian dapur, tembok dan juga atap,” tegas Erwin saat memberikan rincian terkait dampak kerusakan yang menimpa hunian warga. Hingga saat ini, laporan kerusakan terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Pacitan dan Kecamatan Pringkuku yang berada dekat dengan episentrum getaran.
Di wilayah Kecamatan Pacitan, kerusakan menimpa rumah milik Agus di Lingkungan Gantung serta hunian milik Sumarno dan Juminto di Kelurahan Ploso. Rata-rata kerusakan meliputi retaknya dinding permanen dan rontoknya bagian atap akibat tidak kuat menahan beban getaran tektonik.
Sementara di Kecamatan Pringkuku, dampak gempa merusak rumah Suwito di Dusun Kendal, Desa Tamanasri, serta kediaman Lilik di Dusun Ngaglik, Desa Menadi. Petugas lapangan terus melakukan verifikasi untuk memastikan tidak ada penghuni rumah yang terancam oleh struktur bangunan yang mulai melemah.
BPBD Pacitan saat ini masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak gempa serta berkoordinasi intensif dengan aparat desa maupun kecamatan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh kerugian materiil tercatat secara akurat guna proses penanganan bantuan tahap selanjutnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin masih bisa terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa Timur. Petugas meminta warga untuk memeriksa kembali kondisi fisik bangunan mereka dan menjauhi area yang sekiranya rentan roboh jika terjadi guncangan kembali. [tri/beq]






