Jombang (beritajatim.com) – Derai air mata dan untaian doa mengiringi keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Jombang menuju asrama Sukolilo Surabaya, Selasa (20/6/2023) sekitar pukul 14.00 WIB.
Begitu bus bergerak meninggalkan pendapa Kabupaten Jombang, para pengantar melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Begitu juga CJH yang ada di dalam bus. Mereka juga melambaikan tangan untuk kerabatnya yang ada di bawah.
Bahkan, dua orang wanita berjilbab merah yang ada di pendapa Jombang tak kuasa menahan tangis. Matanya sembab. Cairan bening meleleh dari kelopak matanya. “Saya mengantar ibu. Semoga beliau menjadi haji mabrur,” ujar salah satu dari wanita tersebut sembari menghapus cairan bening yang menggarisi pipi.
BACA JUGA:
Ketua DPRD Jombang Berangkatkan 44 Calon Jemaah Haji
Seiring dengan itu, lantunan salawat talbiyah terus berkumandang dari pelantang suara. Sambung menyambung dengan merdu. Kadang bernada tinggi, kadang rendah. Sesekali suara tersebut parau. Tentu saja hal tersebut semakin menambah suasana haru di halaman pendapa Jombang.
Sebanyak 19 bus yang dilepas oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab itu meninggalkan halaman pendapa. Bus tersebut bergerak perlahan menuju arah timur. Iring-iringan bus menghilang di tikungan. Para pengantar yang ada di alun-alun Jombang kemudian kembali ke rumahnya masing-masing.
Sebelum melepas keberangkatan CJH, Bupati Jombang memberikan pesan khusus kepada para jemaah. Bupati meminta agar CJH senantiasa menjaga kesehatan. Karena cuaca di Arab Saudi sangat panas. Bupati Mundjidah juga berharap jemaah asal Jombang senantiasa menjaga seduluran selama di Arab Saudi. “Saya doakan semoga semuanya selamat dan barokah. Sehingga menjadi haji mabrur,” ujarnya.
BACA JUGA:
Penuh Kesederhanaan, Pasutri CJH asal Jombang Berangkat Naik Becak
Usai bupati menyampaikan sambutan, giliran KH Ahmad Masduqi Abdurrohman melantunkan doa. Kiai sepuh tersebut merapal doa dengan khusuk. Sedangkan hadirin yang memadati pendapa mengamini doa tersebut. Begitu doa selesai, bus rombongan langsung bergerak perlahan.
Salah satu CJH, Nasrul Illahi (68), bersyukur bisa menunaikan ibadah haji bersama sang istri tahun ini. Sedianya, Nasrul dan istri berangkat pada 2021. Namun karena badai pandemi Covid-19 sehingga rencana tersebut tertunda.
“Alhamdulillah, akhirnya tahun ini bisa berangkat ke tanah suci. Saya dan istri mendaftar pada 2011. Sedianya tahun 2021 berangkat. Tapi tertunda karena pandemi Covid-19. Nah, tahun ini berangkat bersama istri,” ujar pensiunan ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab Jombang ini.
Jumlah Total 1.175 CJH

Kepala Kemenag Jombang Muhajir yang hadir pada pelepasan CJH mengungkapkan, tahun 2023 ini Kabupaten Jombang mendapat kuota 1.175 orang. Rinciannya, 44 jamaah tergabung dalam kloter 49 Kabupaten Lumajang dan sudah berangkat terlebih dahulu.
Kemudian sisanya tergabung dalam tiga kelompok terbang (kloter) yakni kloter 77,78, 79 dan kuota tambahan sebanyak 47 jamaah. Semuanya berangkat secara bertahap dengan puluhan bus menuju Embarkasi Surabaya. “Yang tertua 94 tahun dan yang termuda 19 tahun,” katanya.
Muhajir mengimbau, CJH Jombang mengurangi aktivitas di luar hotel. Para CJH juga diminta fokus dengan ibadahnya. Imbauan ini menyusul cuaca panas yang mencapai lebih dari 40 derajat di Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir.
BACA JUGA:
Pedagang Pasar di Jombang Naik Haji Setelah 10 Tahun Menabung
“Cuaca di Arab Saudi sangat panas, di atas 40 derajat. Makanya kami mengimbau agar jemaah menjaga kesehatan. Yakni mengkonsumsi vitamin, mengurangi aktivitas di luar hotel jika tidak perlu, lebih baik fokus dengan agenda haji,” ungkapnya. [suf]






