Yogyakarta (beritajatim.com) – Aksi Gejayan Memanggil kembali diadakan. Sekitar 500 massa berkumpul di kawasan Gejayan Yogyakarta setelah sebelumnya melakukan longmarch dari Boulevard UGM hingga kawasan Gejayan Sleman Yogyakarta. Aksi massa ini menuntut rezim Jokowi untuk turun. Aksi mereka dilakukan saat Indonesia sedang melaksanakan masa tenang jelang pemungutan suara lusa besok Rabu (14/2/2024).
Sekitar 500 massa melancarkan aksi unjuk rasa dengan tema “Hancurkan dan Adili Rezim Jokowi Selamatkan Demokrasi,”. Aksi yang direncanakan pada pukul 12.00 WIB baru sampai kawasan Gejayan dan terlaksana pada pukul 16.00 WIB. Mereka rata rata membawa spanduk spanduk kekecewaan akan sistem demokrasi yang tak berjalan di Indonesia.
Aksi demonstrasi dimulai dari Boulevard Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Ribuan massa berkumpul sambil membawa sejumlah poster berisi tuntutannya. Seperti ‘Adili Jokowi dan Kroni-Kroninya’, ‘Selamatkan Demokrasi, Jangan Diam!’, ‘Korban Rezim Jokowi’, ‘Jokowi Bapak Politik Dinasti Indonesia’, ‘Stop Politisasi Bansos’ dan lainnya.
Sana Ulaili, Humas Jagad menuturkan aksi ini berlatar belakang kekecewaan pada 2 periode kekuasaan Jokowi yang menggunakan segala macam daya untuk mengeluarkan regulasi yang menciderai demokrasi.
“Dan hari ini jagad sebagai aliansi dari Aliansi Rakyat Bergerak (ARB), kemudian Gejayan Memanggil, Forum Cik di Tiro yang terdiri dari berbagai macam organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, petani, korban pelanggaran HAM ada dari Wadas yang secara nyata bagian dari korban PSN Jokowi,” tegasnya.
Ia menegaskan jika Presiden Jokowi harus segera turun. Dibagian lain juga diungkapkan bahwa Jokowi harus dikawal ketat tidak hanya 14 Februari 2024 besok tetapi seluruh elemen gerakan masyarakat sipil harus memastikan Presiden Jokowi turun sebelum masa jabatan selesai.
“Kalau kita biarkan seperti memberikan karpet merah kepada oligarki tidak hanya Jokowi tetapi Jokowi lahir dari sistem yang sangat tirani yahg dikelilingi para oligarki tambang, oligark kapitalis. Kita tahu siapa ada di 02, 01, dan juga 03. Kita tidak sedang kampanye 04 kita tidak sedang kampanye kosong 05. Tapi kita sedang mengampanyekan saatnya kita kritis. Kita turun jalan menghentikan tirani Jokowi,” tuturnya.
Massa juga sempat melakukan aksi teatrikal dengan memecahkan kendi-kendi berisi tulisan praktik buruk rezim Jokowi. Setelah itu, massa kemudian long march dari bundaran UGM ke Jl Affandi dan menggelar panggung orasi di pertigaan lampu merah Gejayan. Akibat aksi itu, jalan dari tiga arah menuju lampu merah Gejayan ditutup.
“Hancurkan Rezim Jokowi. Turunkan Jokowi,” teriak mereka kompak.
Saat di lampu merah Jalan Affandi, mahasiswa nekat memanjat bilboard besar di pinggir jalan untuk membentangkan spanduk besar. Tiga spanduk besar dibentangkan, dengan salah satu spanduk bergambar Jokowi yang sedang dipenggal. Spanduk itu bertuliskan ‘Hancurkan dan Adili Rezim Jokowi’. [aje]






