Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) lolos program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2023. Dia adalah Hanif Azhar Istigfarna, mahasiswa S1 Sastra Inggris, Unesa.
Hanif bakal menjalani kuliah di Universitas Pompeu Fabra, Barcelona, Spanyol. Pemilihan kampus ini salah satunya karena sang Ayah yang merupakan mantan pemain sepak bola dan mengidolakan sang GOAT (Greatest of All Time), Lionel Messi.
“Meski Messi sudah pindah klub, tetap saja Barcelona menjadi sesuatu yang istimewa. Ini bisa menjadi cerita dan kebanggaan tersendiri buat Ayah. Barcelona yang dulu melekat dengan Messi kini menjadi tempat belajar anaknya,” ujarnya, Selasa (25/4/2023).
Kesempatan untuk kuliah di Barcelona ini sangat berarti bagi Hanif. Sebab, sebelumnya pada 2022 dia pernah mencoba mendaftar di program yang sama, namun belum beruntung dan harus tertahan di tahap awal.
Kendati begitu, Hanif tak putus asa. Alhasil, tahun ini usahanya berbuah manis. Ia bercerita, motivasinya mengikuti IISMA salah satunya karena ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri dan suasana belajar yang berbeda.
Selain itu, dia ingin memiliki relasi internasional dan mengembangkan diri lebih jauh lagi. “Utamanya ingin belajar lebih banyak di luar negeri. Ini juga didorong dosen dan lingkungan yang menyarankan saya untuk mengejar program belajar ke luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, program IISMA akan dimulai semester depan dan selama satu semester dia akan belajar banyak hal di kampus yang berjarak sekitar 20 menit berkendara dari Camp Nou, stadion kebanggaan FC Barcelona tersebut.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/agar-lolos-di-unesa-simak-perbedaan-utbk-tahun-ini/
Ada 4 mata kuliah interdisipliner yang akan dia pelajari di sana. Pertama, Gender, Sexuality and Diversity: Past and Present. Mata kuliah ini menarik baginya dan apalagi memahaminya dalam perspektif masyarakat yang berbeda-beda.
Kedua, The Collectivity Revolution: Building a Global Community yang ditujukan bagaimana membangun komunitas global sesuai pengalaman di OIA sehingga dia ingin meningkatkan kemampuan terlebih untuk komunitas secara global.
Ketiga, Artificial Intelligence, Creativity, and the Arts yang mempelajari mengenai teknologi AI dalam dunia seni dan industri kreatif.
Keempat, Art and Gender in Contemporary Spain yaitu mata kuliah mempelajari dan mengunjungi tempat-tempat karya seni di Spanyol terkait sejarah dan ciri khasnya sehingga bisa learning by doing dengan jalan-jalan sambil belajar. [ipl/ted]






