Lamongan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah menegaskan bahwa lokasi wisata Waduk Gondang, di Desa Gondang Lor, Kecamatan Sugio saat ini masih aman dan ramah untuk dikunjungi wisatawan.
Menurutnya, insiden pemuda yang tenggelam pada Minggu (19/2/2023) lalu tak terjadi di kawasan wisata Waduk Gondang, melainkan di luar dari area wisata. Selain itu, perahu yang digunakannya pun bukanlah perahu yang disediakan oleh pihak wisata.
“Kami memastikan bahwa Wisata Waduk Gondang hingga saat ini masih aman dan ramah untuk dikunjungi, terutama untuk penggunaan perahu wisata di kawasan wisata Waduk Gondang,” ujar Siti Rubikah, saat dihubungi beritajatim.com, Jumat pagi (23/2/2023).
Rubikah menjelaskan, pihak Wisata Waduk Gondang selama ini telah menerapkan prinsip safety dan mengutamakan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Bahkan, Rubikah memastikan, fasilitas perahu yang disediakan oleh Waduk Gondang telah uji kelaikan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
Tak cukup itu, sambung Rubikah, bagi para pengunjung yang ingin menaiki perahu di Wisata Waduk Gondang, maka disyaratkan untuk memakai pelampung. Syarat lain yang harus dipenuhi, fasilitas perahu itu diberi batasan hanya bisa dinaiki oleh maksimal 15 penumpang per perahu.
“Sebagaimana rekomendasi uji kelaikan dari Dinas Perhubungan, syarat untuk naik perahu wisata adalah harus memakai pelampung dan 1 perahu maksimal dinaiki oleh 15 orang,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Rubikah memaparkan, beberapa kabar negatif, salah satunya mengenai insiden tenggelam yang sempat menewaskan satu pemuda tersebut, bukanlah terjadi di area Wisata Waduk Gondang. Ia menyebut, insiden itu berada di wilayah pemukiman warga atau di luar dari area wisata.
“Beberapa kejadian negatif yang terjadi di kawasan Waduk Gondang, sejauh ini bukan berada di kawasan wisata, namun di daerah pemukiman yang menggunakan perahu milik penduduk setempat,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hadi, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Waduk Gondang menuturkan, insiden tenggelamnya satu pemuda pada beberapa hari lalu itu tidak terjadi di area Wisata Waduk Gondang.
Dia memastikan, korban yang bernasib nahas dan tenggelam akibat perahu yang ditumpanginya terjungkir itu tidak masuk melalui area wisata Waduk Gondang. Selain itu, perahu yang digunakan oleh korban merupakan perahu milik warga yang berada di luar wisata dan sebenarnya sudah tidak layak ditumpangi.
“Setiap perahu di area wisata Waduk Gondang hanya ditumpangi maksimal 15 orang wisatawan dan wajib memakai pelampung. Juga terdapat satu pemandu yang mendampingi di tiap perahu,” kata Hadi.

Lebih lanjut Hadi berharap kepada para wisatawan agar tak perlu khawatir saat menaiki fasilitas perahu yang telah disediakan di area Wisata Waduk Gondang. Pasalnya, selain telah melalui uji kelaikan, perahu-perahu itu juga didampingi oleh para pemandu yang profesional.
“Pengunjung tak perlu khawatir jika ingin menaiki perahu yang telah disediakan di Wisata Waduk Gondang. Karena kondisinya sangat layak dan ada pemandu yang mengarahkan. Jadi semuanya aman,” bebernya.[riq/ted]






