Lamongan (beritajatim.com) – Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan merupakan desa Agrowisata yang memiliki beragam tanaman andalan.
Salah satu tanaman dari desa tersebut yakni durian yang memiliki citarasa yang begitu legit dan nikmat.
Kini, jumlah pohon durian mulai dari yang baru tanam hingga yang berusia puluhan tahun di Desa Sugihan ada sebanyak kurang lebih 3.000 pohon. Ribuan pohon durian itu terdiri dari jenis montong, bawor, musang king, masmuar, ketan, duri hitam dan lainnya.
Sedangkan tanaman lainnya yang dikembangkan dan tumbuh dengan baik di Desa Sugihan itu di antaranya padi, jagung, hingga jenis buah-buahan seperti rambutan, kelengkeng dan pisang cavendish. Mengingat, Desa Sugihan memiliki tanah yang subur dan mudah untuk ditanami jenis tanaman apapun.
“Ada sekitar 3.000 pohon durian di Desa Sugihan. Kebetulan pada tahun ini ada 300 pohon durian yang telah memasuki fase siap panen. Durian Sugihan memiliki kelebihan citarasa matang pohon yang legit,” ujar Camat Solokuro, Machfud kepada beritajatim.com, Jumat (10/2/2023).
Tak hanya itu, Machfud menjelaskan, sebagian besar pohon durian yang siap panen itu telah dipesan oleh para pelanggan jauh hari. Para pelanggan atau pemesan itu menunggu buah durian pesanannya matang yang kemudian dihubungi oleh pemilik pohon.
“Rasa durian Sugihan ini memang luar biasa, karena betul-betul jatuh dari pohon, berbeda dengan durian yang ada di pasaran, di jalan-jalan itu. Petani durian di sini tidak menjual duriannya kecuali sudah jatuh matang langsung dari pohon. Karena takut kalau belum waktunya matang, rasanya tidak legit dan manis,” katanya.
“Salah satu keunikannya juga, buah durian yang sudah dipesan itu ditandai dengan nomor, diberi nama dan alamat pembeli. Sehingga para pemilik durian ini begitu jatuh duriannya tinggal langsung menghubungi sang pemesan,” imbuh Machfud.
Dalam kesempatan sama, Kepala Desa Sugihan Husnul Sakin menyebut, beberapa jenis durian unggulan yang ada di desanya didominasi oleh jenis musang king, montong, bawor, dan duri hitam. Ia juga berkata, 1 pohon durian rata-rata mampu menghasilkan sekitar 20 buah dengan berat 3 kilogram.
“Musim panen pohon durian di desa ini berkisar antara bulan Januari sampai Maret. Satu pohon bisa menghasilkan kira-kira 20 butir, kalau per buah beratnya 3 kiloan kan sudah 60 kilo. Harga per kilonya Rp75 ribu untuk jenis montong, kalau musang king dan duri hitam lebih tinggi lagi harganya,” sebut Husnul Sakin.
“Untuk penjualannya gak sampai diedarkan. Banyak yang inden, orang datang sendiri, ada yang dari Surabaya dari Bojonegoro, Babat, juga kemarin ada yang dari Mojokerto,” tambahnya.
Lebih jauh dirinya berharap, keberadaan Desa Sugihan sebagai Desa Agrowisata bisa benar-benar dikukuhkan dan dapat support dari pemerintah.
“Harapan ke depan adalah support dan dukungan dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Untuk mensupport, membantu kami, mengukuhkan Desa Sugihan ini sebagai desa agrowisata,” harapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”durian”]
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang datang pada kegiatan Petik Buah Durian di Desa Sugihan menyampaikan bahwa pihaknya akan merealisasikan wisata integrasi guna menegaskan Desa Sugihan sebagai desa agrowisata.
Menurutnya, penetapan Desa Sugihan sebagai desa agrowisata ini karena desa setempat memiliki potensi buah yang luar biasa. Bahkan, tegas Bupati Yuhronur, Pemkab Lamongan juga akan membantu untuk melengkapi fasilitas dan sarana prasarana penunjang seperti penerangan dan lain sebagainya.
“Mudah-mudahan dengan adanya musim panen durian kali ini, semua masyarakat di Desa Sugihan, Solokuro pada umumnya, semuanya semakin sejahtera dan perekonomiannya jug terus meningkat,” harap Bupati.[riq/ted]






