Lamongan (beritajatim.com) – Banjir yang menggenangi jalan poros Sukodadi-Paciran, tepatnya di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, membuat jalan setempat mengalami kerusakan yang cukup parah.
Saking parahnya, banyak pengguna jalan yang tergelincir dan terperosok lubang-lubang jalan yang terendam air. Bahkan, banyak mesin kendaraan motor yang macet akibat nekat menerjang banjir di kawasan tersebut.
Para warga yang berlalulalang melintasi jalan ini pun banyak yang dibuat geram. Pasalnya, rusaknya jalan ini sangat mengganggu aktifitas warga dan selalu rutin terjadi tiap tahun.
“Jalannya seperti setan mas, sangat tak layak. Pemerintah juga seolah kurang sigap menangani banjir, termasuk juga rusaknya jalan yang ditimbulkan,” ujar Ainur, salah satu warga asal Kecamatan Solokuro yang melintas, Selasa (25/1/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”jalan-rusak”]
Hal senada juga diungkapkan oleh Dina, salah satu mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Lamongan. Menurutnya, tiap kali melewati jalur ini, ia harus rela mendorong sepeda motornya lantaran khawatir jatuh tergelincir.
“Setiap melewati jalur ini, saya harus menuntun sepeda motor saya. Soalnya kemarin teman saya juga jatuh pas lewat sini. Jalannya sangat licin mas, juga banyak lubang yang tak tampak karena tertutup genangan air,” ungkap Dina.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo menuturkan, ruas jalan yang ada di Desa Pucangro ini akan mendapatkan peningkatan jalan tahun ini, dengan konstruksi CBC atau cor beton.
“Ruas jalan ini juga akan ditinggikan dengan urugan sirtu/agregat A. Saat ini persiapan dokumen lelang untuk selanjutnya akan kita lelang dan dilaksanakan kira-kira bulan Maret/April mendatang,” tutur Sujarwo saat dikonfirmasi wartawan.
Lebih lanjut, Sujarwo menyampaikan, jika Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 4,8 miliar untuk pembangunan ruas jalan tersebut.”Pagu dananya Rp 4,8 miliar, mas. Dengan panjang kurang lebih 1,2 kilometer,” jelasnya.
Sekadar diketahui, ruas jalan poros yang ada di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah ini sempat menjadi lokasi aksi ‘angon bebek’ pemuda Lamongan. Aksi ‘angon bebek’ ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekecewaan mereka terhadap lambannya pemerintah dalam mengatasi banjir.[riq/kun]






